2 Santri di Tasikmalaya Diduga Dianiaya Seniornya. 23 Santri Jadi Tersangka

TASIKMALAYA- Puluhan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Persatuan Islam (Persis) Benda Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, diperiksa polisi terkait dugaan telah melakukan penganiayaan terhadap dua orang juniornya, Rabu (21/3/2018) siang.

Penganiayaan berlatar belakang dendam ini mengakibatkan kedua korban babak belur.

Ya, 23 santri dari ponpes Persis Benda Tasikmalaya ini diperiksa anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota. Mereka dimintai keterangan terkait dugaan penganiayaan terhadap dua orang juniornya.

Adalah Altaren Yusuf dan Hanip, dua santri yang jadi korbannya. Akibat penganiayaan tersebut Altaren dan Hanip mengalami luka memar di bagian wajah.

Menurut Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Dadang Sudiantoro, penganiayaan ini diduga dilatarbelakangi dendam senior terhadap junior, karena kedua korban tidak menghormatinya.

Setelah melalui pemeriksaan panjang, 23 santri ditetapkan jadi tersangka. Namun mereka tidak dilakukan penahanan, karena tersangka masih dibawah umur.

“Kasus ini penganiayaan murni dari senior kepada juniornya di Ponpes oleh santrinya secara bersamaan. Kini 23 orang sudah kita tetapkan jadi tersangka,” kata Dadang.

Pihak pesantren mengakui adanya kasus penganiayaan ini namun aksi melanggar hukum tersebut bukan dalam kegiatan orientasi santri atau sekolah.

“Kita mengantar santri ke kantor polisi karena ada anak terkait ada laporan dari pihak orang tua murid. Mereka dimintai keterangan seputar melakukan tindakan peringatan terhadap adik kelasnya,” kata Pembina Ponpes Persis Benda Tasikmalaya, Budi Setiyadi.

Sementara itu pihak korban maupun keluarganya belum bisa ditemui awak media dengan alasan dua korban tersebut masih trauma dan dalam perawatan medis. Kasus dugaan penganiayaan tersebut kini ditangani Unit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota. (SZM)***

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web