2 Santri Korban Penganiayaan. Korban Telah Melakukan Pelanggaran Berat

TASIKMALAYA- Salah seorang santri yang menjadi korban penganiayaan puluhan seniornya, di Ponpes Persis Benda Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, kini harus ditangani ahli bedah karena diduga mengalami luka di bagian kepala.

Menurut pihak Ponpes, korban melakukan pelanggaran berat yang tidak bisa ditolelir. Namun pihak Ponpes tidak terbuka secara lengkap terkait pelanggaran yang dilakukan kedua korban.

Ya, kondisi Alttaren Yusuf (13), warga Perum Mitra Bhatik, Tamansari, Kota Tasikmalaya, kondisinya masih lemah. Meski demikian dibanding hari sebelumnya ada peningkatan kesehatan setelah dia siuman di Ruang Perawatan Rumah Sakit Jasa Kartini (RSJK) Tasikmalaya.

Remaja yang masih duduk di bangku kelas 1 SMP tersebut kini harus ditangani tim dokter bedah karena diduga mengalami luka memar dibagian kepala serta alami trauma berat paska penganiayaan yang diakukan 23 santri seniornya.

“Korban mengeluhkan rasa nyeri di kepala, sesak dan nyeri pada ulu hati. Saat diperiksa dokter, ditemukan adanya luka memar pada bagian kepala dan ulu hati. Kini korban ditangani dokter spesialis bedah dan THT,” kata Wakil Direktur RSJK Tasikmalaya, Budiyanto Hidayat, Sabtu (24/3/2018) siang.

Hukuman yang dialami korban diduga karena melakukan pelanggaran berat. Namun hingga kini keluarga belum mengetahui pelanggaran berat yang disebutkan pihak pesantren.

Pengakuan korban kepada keluarga menyebutkan, para senior mempertanyakan apakah korban kerap berbarengan dengan santri bernama Hanif, setelah dijawab korban langsung dianiaya.

Sementara itu disampaikan melalui pembina Ponpes Persis, pihak Ponpes sudah menjenguk korban dan bertemu orang tuanya. Pembina Ponpes mengakui adanya tindakan kekerasan yang dilakukan sebagian santri senior kepada korban.

“Hal tersebut dilakukan karena korban telah melakukan pelanggaran berat. Saya pribadi belum bertemu dengan pengacara. Motifnya diduga si korban telah melakukan beberapa kali pelanggaran dan ini merupakan katagori pelanggaran berat. Namun kami tidak bisa menjelaskan secara detail, karena menyangkut tata tertib di Ponpes,” ucap Pembina Ponpes Persis Benda Tasikmalaya, Budi Setiyadi. (SZM)***

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web