Adik Bunuh Kakak Tirinya. Polisi Akan Gelar Rekontruksi

TASIKMALAYA – Aparat kepolisian di Tasikmalaya, Jawa Barat, terus mendalami kasus pembunuhan yang dilakukan seorang adik terhadap kakaknya, Penyidik Unit Reskrim Polsek Indihiang kini tengah meyiapkan rekontruksi untuk memperjelas adegan demi adegan pembunuhan tersebut.

Ya, guna mengetahui penyebab pasti pembunuhan terhadap Hamdan, penyidik Unit Reskrim Polsek Indihiang dan Dokes Polda Jawa Barat, melakukan otopsi, beberapa hari lalu. Korban yang telah dimakamkan selama sepuluh hari di Gunung Ki Hiang Sukarindik, Kota Tasikmalaya ini pun akhirnya digali kembali.

Penggalian makam mendapat perhatian warga sekitar yang ingin melihat dari jarak dekat. Polisi terpaksa menghalau warga agar tidak mengganggu proses jalannya otopsi.

Meli (45), kakak korban, tak kuasa menahan kesedihan saat makam adik kandungnya digali. Kerabatnya terpaksa membawa pulang Meli karena tangisnya pecah ketika melihat jenazah korban yang diotopsi.

Penggalian makam dan otopsi jenazah dilakukan guna mengetahui secara pasti apakah korban meninggal akibat hantaman senjata tajam atau bukan.

Berawal dari sang ibu korban, Aisyah yang menyarankan agar korban segera menikah karena sudah cukup umur. Korban yang tersinggung kemudian marah dan hendak menganiaya ibunya, di rumahnya di Kampung Sukarindik, Bungursari, Kota Tasikmalaya.

Melihat demikian, DP, adik korban, spontan membela ibunya dan langsung melakukan pembacokan dengan golok ke bagian kepala korban sebanyak tiga kali. Korban pun tersungkur dan menghembuskan napas terakhirnya.

Polisi mengungkap pembunuhan ini setelah menerima masukan dari tetangga korban, empat hari paska korban dimakamkan. Tetangga pun mencurigai adik korban sebagai pelaku pembunuhan.

Laporan warga tersebut kemudian ditindak lanjuti polisi dan akhirnya DP mengaku telah membunuhnya.

“Otopsi ini atas permintan dari Polres Tasikmalaya Kota. Tapi untuk hasil otopsi tidak bisa saya unkapkan disini,” kata Dokter Forensik Polda Jabar, dr Fahmi Arif Hakim.

Kapolsek Indihiang Kompol Tri Sumarsono menyebutkan secara kasat mata terlihat jika korban dimakamkan dengan kepala dibungkus kantong keresek dan pakaiannya tidak dilepas.

“Jadi meski jenazah korban dikapani, tapi pakaiannya tidak dibuka. Nanti setelah proses otopsi, kita akan siapkan rekontruksi yang tempatnya bisa di TKP asli, atau dipindah ke tempat lain,” kata Kapolsek.(SZM)***

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web