Aksi Balas Dendam Geng Motor, 2 Pemuda Terkapar Disabet Senjata Tajam

TASIKMALAYA- Warga Sukasirna, Sukanagara, Purbaratu, Kota Tasikmalaya, dikejutkan dengan aksi penganiayaan terhadap dua pemuda. Pelaku yang datang bersama tujuh orang temannya, tiba-tiba mengeluarkan senjata tajam dan langsung menyerang korban.

Akibat aksi pelaku, Firman Maulana (26) warga setempat dan Noval Adela Sungkar (20) warga Kampung Sindang Palay, Sukamaju Kidul, Indihiang, Kota Tasikmalaya, harus dilarikan ke rumah sakit. Pasalnya, kedua korban terluka karena sabetan senjata tajam pelaku.

Berawal kala pelaku bernama Hendrik Setiawan alias Tumeng datang ke Kampung Sukasirna. Jam menunjuk pukul 03,00 WIB, Minggu (6/10/2019) dinihari. Di kampung sunyi itu Firman dan Noval beserta beberapa temannya, tengah ‘ngaliwet’.

Sebelumnya Hendrik yang warga Empangsari, Tawang Kota Tasikmalaya dan dikenal anggota geng motor ini menelepon Ajik (teman korban). Katanya, dia akan datang untuk menyelesaikan masalah dengan Firman.

Salah seorang saksi, Maniur Prayetno (21) menyebutkan,  Hendrik tidak datang sendirian. Dia mengendarai sepeda motor bersama tujuh temannya. Pelaku kemudian menghampiri Ajik yang tengah memasak nasi liwet dan meminta masalahnya diselesaikan.

“Tak lama pelaku memanggil kedua korban. Karena tak curiga, kedua korban mendekat,” kata Maniur.

Pelaku cepat mengeluarkan senjata tajam dari balik bajunya. Adalah korban Noval yang pertama jadi sasaran. Cras! Senjata tajam menghujam beberapa bagian tubuh Noval.

Melihat perkelahian tidak seimbang tersebut, Firman berusaha melerai. Namun dia malah jadi bulan-bulanan tusukan senjata tajam yang dihunus pelaku. Setelah kedua korban ambruk. Pelaku dan tujuh temannya melenggang penuh kepuasan.

Warga yang mendengar keributan berhamburan keluar rumah. Melihat dua pemuda berkubang darah, warga membawanya ke Rumah Sakit Dokter Sukardjo, Kota Tasikmalaya guna mendapat pertolongan medis.

Informasi dihimpun menyebutkan penganiayaan ini buntut dari perkelahian sebelumnya yang mengakibatkan Hendrik, babak belur. Rupanya, Hendrik dikawal tujuh temannya, menuntut balas.

Kasus tersebut kini ditangani Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota. (SZM)***

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web