Aksi Saling Bacok Warnai Pilkades di Garut

GARUT – Puluhan warga Desa Cimareme, Kecamatan Banyuresmi, Garut, Jawa Barat, terpaksa diungsikan lantaran diancam akan dibunuh oleh kelompok calon Kades dalam Pilkades serentak di Garut.

Pengungsi yang diancam dibunuh termasuk anak dan balita ini ditempatkan di Aula Umun Polres Garut. Sementara dua korban pembacokan masih dalam perawatan di dua rumah sakit berbeda.

Puluhan warga ini diungsikan aparat kepolisian bersama calon Kadesnya lantaran para pendukung di tempat tersebut terlibat saling bacok antar pendukung dalam Pilkades serentak Senin kemarin.

Selain orang tua, anak-anak dan balita pun nampak menjadi pengungsi paska kericuhan di lokasi. Selasa (23/5/2017) siang, mereka tidur dengan alas seadanya, bahkan anak dan balita harus bermain di aula karena nyawa mereka terancam akan dibunuh oleh kelompok lawan calon Kades lain.

Calon Kades yang diungsikan, Aminudin mengaku, tragedi saling bacok antar pendukung calon Kades dalam Pilkades serentak kemarin dipicu karena ada tuduhan bahwa salah satu calon Kades menggunting verifikasi dan administrasi calon Kades yang gagal lolos dalam seleksi.

Sedikitnya ada lima puluh dua warga diungsikan di Aula Polres karena nyawa mereka terancam, paska tragedi saling bacok antar pendukung Kades.

Tragedi saling bacok antar pendukung Kades di Desa Cimareme menelan dua orang korban. Kedua korban masih dalam kondisi kritis di dua rumah sakit berbeda yaitu Rumah Sakit Umum dokter Slamet Garut dan Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. (UBA)***

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web