Aksi Warga Kebon Jeruk Bandung Diwarnai Baku Hantam

BANDUNG – Aksi unjuk rasa warga Kebon Jeruk Kecamatan Andir Kota Bandung korban penggusuran PT Kereta Api Indonesia (KAI) di depan Kantor PT KAI Daop 2 Bandung Jl Stasiun Timur berujung bentrokan, kemarin sore. Adu jotos antara warga dan aparat kepolisian pun tak bisa dielakan.

Warga kecewa dengan tindakan PT KAI yang dianggap telah mengintimidasi warga. Atas dasar tersebut, puluhan warga merangsek dan mendobrak pagar untuk dapat masuk ke kantor PT KAI.

Aksi tersebut langsung mendapat hadangan aparat kepolisian. Namun warga semakin beringas. Saling pukul dan lempar batu pun tidak dapat dihindarkan.

Karena kalah jumlah, massa pun memilih mundur. Mereka hanya bisa berorasi di luar kantor PT KAI dengan pengawalan ketat anggota Polrestabes Bandung.

Salah seorang warga Kebon Jeruk, Nani Nuraeni mengatakan, dirinya dan warga lain akan tetap menuntut haknya dan berniat terus bertahan sesuai keputusan persidangan di Pengadilan Negeri Bandung yang dimenangkan warga.

“Aksi ini berawal adanya intimidasi dari pihak PT KAI terhadap warga agar segera mengosongkan lahan dan bangunan karena akan dibongkar,” ujarnya.

Warga menuntut agar PT KAI mentaati hasil putusan Pengadilan Negeri Bandung dan tidak ada lagi intimidasi dan pembongkaran. Tak hanya itu warga pun menuntut uang ganti rugi sebesar Rp 275 juta sesuai yang ditetapkan oleh PN Bandung.(LUR/DWI)***

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web