Antisipasi Aksi Teror. Polres Tasikmalaya Kota Siaga dan Tingkatkan Patroli

TASIKMALAYA- Mengantisipasi aksi teror yang sempat terjadi di tiga gereja di Surabaya, Polres Tasikmalaya Kota, menetapkan status siaga. Polisi juga meningkatkan patroli dan kewaspadaan terhadap pengunjung yang hendak masuk ke Makopolres, pusat keramaian dan tempat ibadah. Hal itu dilakukan juga agar dapat mendeteksi upaya teror.

Ya, polisi bersiaga di akses masuk Makopolres Tasikmalaya Kota, Jl Letnan Harun, Minggu siang. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh mulai dari dokumen hingga barang bawaan. Para polisi yang bersenjata lengkap, menggunakan alat metal detektor dalam pemeriksaan tersebut.

Rupanya jajaran Polres Tasikmalaya Kota, tidak ingin lengah akan upaya gangguan teror di wilayahnya. Selain siaga di Makopolres, polisi juga memperketat pengawasan keamanan di tempat ibadah dan pusat keramaian.

“Jajaran Polres Tasikmalaya Kota sebelum dan sesudah kejadian terpr bom Sirabaya, sudah mentisipasi. Salah satunya mempertebal keamanan Makopolres, Polsek dan Pos Polisi hingga anggota di lapangan,” kata Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Febri Kurniawan Ma’ruf.

Seperti diketahui selain di Surabaya, kabar terkait terduga teroris juga menjadi pusat perhatian setelah empat orang terduga teroris tewas ditembak anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 di Terminal Pasirhayam, Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Minggu (13/5/2018), sekitar pukul 02.00 WIB.

Sebelumnya terduga teroris ini telah dibuntuti polisi sejak dari wilayah Sukabumi. Tepat di perempatan Pasirhayam Cianjur, mereka ternyata telah mengetahui keberadaan polisi. Akhirnya keempat pelaku yang menggunakan sebuah mobil Honda Brio warna silver Nopol F 1614 UZ mencoba melarikan diri dengan masuk ke kawasan Terminal Pasirhayam. Tim Densus 88 sigap. Pengejaran pun dilakukan. Keempat terduga teroris itu mencoba melawan dengan senjata api yang mereka bawa.

Polisi pun dengan tegas menembak keempatnya, mereka yakni Batti Bagus Nugraha (21), Dwi Cahyo Nugroho (23), Agus Riyadi (33), dan Haji Saputra (24).

Sementara teror bom dan meledak terjadi di tiga gereja di Surabaya. Menurut Kapolri Jenderal Tito Karnavian teror bom itu dilakukan oleh satu keluarga, terdiri dari ayah, ibu dan empat orang anak.

“Satu keluarga yang tak lepas dari jaringan JAD-JAT yang merupakan pendukung utama ISIS di Indonesia,” kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam konferensi pers di RS Bhayangkara Surabaya, Minggu (13/5/2018).

Hingga pukul 21.00 WIB, korban yang meninggal dunia akibat teror bom ini mencapai 13 orang. “Sebanyak 13 orang ini sudah teridentifikasi, termasuk enam terduga pelaku pengeboman. Ya, terduga teroris masih satu keluarga,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung, di RS Bhayangkara Surabaya. (LIS)***

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web