Berisik dan Gerah, Sekolah Ditenda Darurat

TASIKMALAYA- Gara-gara ruangan kelas terkena gempa beberapa waktu lalu, para siswa SD Negeri Sukasari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, belajar di tenda. Dari total 9 ruangan yang ada, 2 diantaranya rusak akibat gempa. Sisa ruangan tersebut tidak cukup untuk menampung 326 siswa SD Negeri Sukasari.

Siswa kelas 3 SD Negeri Sukasari, Gunung Tandala, Kawalu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, terpaksa duduk melantai di tenda darurat yang didirikan Badan Penanggulagan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Mereka terpaksa belajar di tenda lantaran ruang kelas di SD Negeri Sukasari tak cukup untuk menampung jumlah siswa yang ada.

Dari total 9 ruangan yang ada, 2 di antaranya rusak akibat gempa. Sisa ruangan yang ada, jelas tidak cukup untuk menampung 326 siswa SD Negeri Sukasari. Akibatnya, dua rombongan kelas 1 dan kelas 3 harus dipindahkan untuk sementara waktu ke tenda darurat.

Menurut Kepala SD Negeri Sukasari, Yayat, tenda berlogo BNPB itu pun harus disekat untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Sebelum ada kerusakan kelas akibat gempa, SD Negeri Sukasari memang sudah kekurangan tiga kelas. Para siswa pun terpaksa belajar dengan sistem sif pagi dan siang agar kegiatan belajar mengajar bisa efektif.

Meski tidak nyaman belajar di tenda karena kepanasan, tapi mereka tidak punya pilihan lain. “Ini keterbatasan kelas. Saya berharap ada perhatian pemerintah. Kami terpaksa belajar di tenda,” ujar Yayat, Rabu (3/1/2017) siang.

Pihak sekolah sudah melaporkan kejadian tersebut ke pihak Dinas Pendidikan, namun hingga masuk sekolah belum ada realisasinya.

“Belajar disini tidak nyaman, berisik dan gerah. Kelasnya tidak ada. Terpaksa saya disatukan dengan kelas lain,” kata Aldo Gunawan, salah seorang siswa. (SZM)***

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web