Cemburu Ditelepon Sang Mantan, Kekasih Bunuh Janda Anak Satu

TASIKMALAYA- Satuan Reskrim Polres Tasikmalaya, berhasil mengungkap pembunuhan seorang janda warga Garut, yang dihabisi kekasihnya. Jenazah korban yang tinggal tulang belulang ditemukan warga di sebuah kebun, di kawasan Kampung Sirnagalih, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya.

Suwarno Jamintun, hanya tertunduk ketika digiring polisi bersenjata lengkap ke Ruang Satreskrim Polres Tasikmalaya, Rabu (7/8/2019) siang. Dia yang warga Kampung Cigandok, Desa Karyamekar, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut ini telah membunuh Rosita, yang diketahui kekasihnya.

Polisi awalnya kesulitan mengungkap kasus ini karena korban yang ditemukan di sebuah kebun di kawasan Kampung Sirnagalih, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya tersebut kondisinya telah jadi tulang belulang.

Pengungkapannya berawal kala ibu korban, Ai Rita warga warga Kampung Randukurung, Desa Sukasenang, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, melapor ke kantor polisi karena kehilangan anaknya. Saat mencocokan ciri-cirinya, ternyata sesuai dengan hasil otopsi terhadap kerangka korban.

Menurut Pelaksana Harian (Plh) Kapolres Tasikmalaya AKBP Sunarya, dari keterangan sejumlah saksi termasuk keluarga korban,  munculah nama Suwarno. Polisipun akhirnya menyelidik terkait kepergian terakhir korban yang akan menjumpai tersangka.

Setelah sejumlah keterangan saksi dan barang bukti meyakinkan jika Suwarno pembunuhnya, akhirnya polisi membekuk tersangka.

Dihadapan polisi, tersangka mengakui telah menghabisi nyawa korban, karena terbakar api cemburu. Tersangka, membunuh korban yang dikenal melalui radio itu dengan cara dicekik hingga tewas.

Tersangka, terbakar api cemburu karena saat bertemu, korban malah asyik menerima telepon dari dari mantan suaminya.

Korban yang tidak bernyawa akibat dicekik, lalu ditinggalkan tersangka di sebuah kebun dan akhirnya beberapa bulan kemudian, tepatnya Kamis (20/7/2019) siang, ditemukan warga.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. tersangka harus meringkuk di sel pengap Polres Tasikmalaya. Dalam kasus ini tersangka dijerat pasal 338 KUH Pidana. Ancamannya kurungan penjara paling lama 15 tahun penjara. (SZM)***

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web