Dua Warga asal Sukaresik Tasikmalaya Tewas di Palu

TASIKMALAYA- Bencana gempa – tsunami yang melanda Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah menyisakan duka bagi warga Kota Tasikmalaya. Selain dua orang meninggal dunia, 50 orang warga Sukamenak Sukaresik masih terjebak di Palu. Mereka kebanyakan berprofesi sebagai penjual lensa optik.

Suasana duka masih dirasakan keluarga besar Muhammad Subarjah dan Nunung Nurjanah, warga Sukamenak, Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya. Selain anak dan menantunya terjebak, dua orang cucu kesayangannya juga jadi korban bencana gempa dan tsunami Palu Donggala.

Korban wafat bernama Sabrina rika Maulida (16)  siswa SMA serta adiknya  Raja Akbar Nugraha (12). Jasad keduanya belum dievakuasi karena masih terjebak dalam timbunan reruntuhan rumah yang amblas.

Meski selamat, Yuni Kristina Rahayu dan Enjang Nurjaman masih terjebak di Palu. Keduanya belum bisa kembali ke Tasikmalaya akibat keterbatasan transfortasi. Yuni dan Enjang sudah menjadi warga Palu setelah memiliki usaha jual beli kacamata.

“Cucu saya yang hilang dan hingga kini belum ditemukan. Sekarang lagi ada pengalian,” kata Subarjah, Kamis (4/10/2018) siang.

Pemerintah Desa Sukamenak, memastikan terdapat 50 orang warga  yang masih terjebak di kawasan bencana gempa tsunami Palu, Sulawesi Tengah.

Berdasarkan komunikasi melalui pesan singkat, korban mengaku kekurangan  sandang pangan hampir sepekan bencana. Seluruh warga asal Sukamenak Tasikmalaya ini bekerja di Palu sebagai pedagang kacamata. Pihak pemerintah setempat akan menjemput korban selamat dan sudah disediakan bis untuk mengangkut korban.

Sejauh ini korban masih berupaya untuk pulang ke kampung halaman. Mereka alami trauma cukup berat karena gempa terus terjadi setiap hari. (SZM)***

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web