Gelapkan Belasan Mobil Rentalan, Ika Kartika Ditangkap Bareng Teman Laki-lakinya

TASIKMALAYA- Jajaran Polsek Indihiang Tasikmalaya Kota, membongkar kasus penipuan sekaligus penggelapan mobil rental dengan modus mengaku sebagai pengelola perjalanan umroh, kemarin siang. Selain membekuk dua pelaku, polisi juga mengamankan lima unit mobil rental hasil kejahatannya.

Kini polisi masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain.

Ya, Ujang Yudi warga Pasirtamiang, Cihaurbeuti, Ciamis dan Ika Kartika, warga Buninagara, Cipedes, Kota Tasikmalaya, dibekuk Unit Reskrim Polsek Indihiang Tasikmalaya. Keduanya tersangkut kasus penipuan sekaligus penggelapan sembilan mobil rentalan.

Modus yang dilakukan pelaku dengan berpura pura mengaku pasangan suami istri yang tengah mengelola travel perjalanan umroh. Kepada para korbannya, pelaku menyebutkan kekurangan armada untuk memberangkatkan jemaah umroh ke bandara. Setelah korban sukses dikelabui, mobil rentalan tersebut kemudian digadaikan melalui perantara. Uang hasil gadai mobil, digunakan kedua pelaku untuk poya-poya.

Menurut Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Febry Kurniawan Ma’ruf, terbongkarnya kasus ini setelah belasan korban melapor Polsek Indihiang. Polisi kemudian membekuk kedua pelaku di rumahnya masing-masing.

Lima unit mobil yang digelapkan pelaku berhasil diamankan polisi dari beberapa tempat. Kini polisi masih mencari mobil lainnya, karena pelaku membawa kabur mobil rentalan hingga belasan unit.

“Modusnya yaitu menggunakan identitas palsu. Kendaran rentalan itu digadaikan dengan identitas palsu. Alhamdulilah tidak sampai waktu dua minggu, kita berhasil mengamankian 5 unit kendaran. Kemungkinan ini masih akan terus bertambah. Pokoknya kita upayakan dalam waktu dekat, sindikat ini akan terungkap,” kata Febry.

Salah seorang korban, Andi Irawan menyebutkan tiga unit mobil miliknya dibawa kabur pelaku. Tapi tiga mobil tersebut berhasil diamankan polisi.

“Mereka mengaku dari perusahaan perjalanan umroh. Namun perusahaan umroh yang dirilis pemerintah, nama travelnya tidak ada,” kata Andi.

Dalam kasus ini kedua pelaku dijerat Pasal 378 KUHP junto Pasal 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. (SZM)***

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web