Hapal 30 Juz Al-Qur’an. Dikubur 21 Tahun, Jenazah dan Kain Kafannya Utuh (Meski Tertidur Bisa Meluruskan Hapalan Quran Muridnya)Part, 2

Laporan: Fahira Ayu Natasya

KEANEHAN yang terjadi kala penggalian makam Isa, cepat menyebar. Tapi orang-orang sudah menduganya sejak awal. Ya, katanya, memang Isa orang yang taat beribadah. Nyaris setiap waktunya dihabiskan dengan membaca Al-Qur’an.

Menurut H Ramli ST, putra ke tiga Isa, semasa mudanya Isa menimba ilmu di Pondok Pesantren di kawasan Pasar Kemis, Tangerang. Setelah menikah dan punya anak satu, dia merantau ke Medan. Disana Isa membuka usaha.

H Ramli yang sudah lama menetap di Jl H Didi Efendy (Pabrik Es) Kota Tasikmalaya ini meneruskan cerita ayahandanya. “Dia hapal 30 Juz Al-Qur’an. Meski sudah dikubur 21 tahun, jenazah dan kain kafan ayahanda masih utuh,” ucap H Ramli.

Menurut H Rmali, ayahandanya, Isa, buka kios dan jualan mulai dari sembako, kain, hingga perhiasan emas. Tapi disela-sela kesibukannya, Isa menyempatkan menimba ilmu agama kepada para ulama di Medan. Dan tentunya tak pernah meninggalkan shalat lima waktu.

Kios itulah satu-satunya yang menjadi sumber mata pencaharian bapak beranak 11 ini. Meski tidak terlalu besar, namun keuntungannya mampu memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Tak mewah memang, sebab tak banyak uang yang didapat. Akan tetapi kerja untuk tetap mempertahankan jualannya tak sia-sia. Terbukti, hasilnya mampu menafkahi dan membiayai keluarga.

Dalam mengajarkan ilmu agama kepada anak-anaknya, Isa terbilang keras. Jika ada yang tidak nurut, jangan harap mendapat teguran halus darinya.

Setiap usai shalat Magrib, Isa rutin mengajar ngaji Al-Qur’an di Masjid Sei Kera Hulu, Medan . Karena banyaknya murid, terkadang Isa kerap ketiduran. Tapi jika ada murid yang salah, Isa tahu. Dan dia cepat bangun untuk meluruskannya. (bersambung)

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web