Harmonisasi dan Tidak Jember Sentris, jadi Penilaian Juri Karnaval TOF

TASIKMALAYA – Setelah dibuka resmi oleh anggota Dewan Pertimbangan Presiden Suharso Monoarfa, haleran atau karnaval mengisi prosesi seni di event Tasikmalaya Oktober Festival (TOF) 2017, Minggu (15/10/2017).

Mengambil start di sekitar Taman Kota para peserta karnaval melewati Jalan Otto Iskandar Dinata menuju panggung kehormatan di depan alun-alun Tasikmalaya dan berakhir di Jalan Sutisna Senjaya.

Berbagai karya seni yang ditampilkan oleh masing-masing peserta mendapat penilaian dari para dewan juri yakni Nanang Nurjamil, Bode Riswandi dan Ira Harpi.

Nanang Nurjamil mengatakan, sebanyak 42 peserta dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perusahaan, komunitas mengikuti kegiatan yang bertujuan untuk lebih mengangkat potensi lokal ini.

Kang Jamil sapaan akrabnya, menyebut beberapa kriteria penilaian yakni, jumlah anggota dari masing-masing peserta harus 17 orang. Hal itu berkaitan dengan tanggal lahir Kota Tasikmalaya.

Juga, harmonisasi, kekompakan harus mencerminkan 8 produk unggulan Kota Tasikmalaya yaitu, payung geulis, kelom geulis, bordir, anyaman bambu, anyaman mendong, batik, pengolahan kayu dan pariwisata.

“Insya Allah hasil dari penilaian ini akan diumumkan pada acara puncak HUT Kota Tasikmalaya pada 17 Oktober mendatang,” ujar Nandang.

Dewan juri lainnya, Bode Riswandi menambahkan, penegasan penilaian dilihat dari khasanah lokal, kearifan lokal dan home industri Tasikmalaya yang diangkat menjadi fenomena kostum.

“Itu yang lebih baik artinya tidak menjadi Jember sentris sehingga kita mempunyai identitas tersendiri,” ucap Bode.(DWI)***

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web