Ini Pengakuan Bocah yang Nonton Pasutri Berhubungan Seks

TASIKMALAYA- Guna menggali bukti otentik terkait kasus pasangan suami istri (pasutri) yang mempertontonkan hubungan seks kepada sejumlah bocah, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, terus melakukan pengumpulan data.

Salah satunya dengan mengorek keterangan salah seorang bocah yang turut serta menonton perbuatan a susila tersebut, Rabu (19/6/2019) siang.

Ya, diantar tokoh masyarakat desa Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, AG (12), salah seorang bocah yang menonton pasutri berhubungan intim, mendatangi kantor KPAID Kabupaten Tasikmalaya di kawasan Cisayong. Kedatangannya atas undangan ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, untuk menggali bukti otentik terkait kasus pasutri yang mempertontonkan hubungan intim.

Memang sebelumnya KPAID diminta tokoh masyarakat untuk mendampi sejumlah bocah yang menonton pasutri berhubungan intim, guna proses hukum.

Kepada anggota KPAID, AG bocah berusia 12 tahun ini memberikan keterangan, jika tontonan tak pantas itu disaksikan pada pertengahan bulan Ramadhan 1440 H. “Saya dan lima teman saya menonton pasutri (Kus dan Lia) berhubungan intim, di dalam rumah. Kita dipungut bayaran, ada yang Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu, Malah ada yang bayar pake kopi dan mie instan,” kata AG.

Sementara itu ketua RT, Amuh, menyebutkan selama ini Kus dikenal tertutup dengan warga sekitar. Tapi dia termasuk aktif di organisasi kepemudaan.

Saat kasus ini mencuat, awalnya tak ada seorang pun warga berani bergerak untuk mengadukannya ke aparat kepolisian.

“Tapi setelah beberapa tokoh masyarakat berembuk, akhirnya KPAID Kabupaten Tasikmalaya, ditunjuk untuk membawa kasusnya ke Polres Tasikmalaya Kota,” ujar Amuh.

Kini pasutri yang mempertontonkan hubungan intim kepada sejumlah bocah tersebut telah ditetapkan tersangka oleh penyidik Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota.

Sementara itu KPAID Kabupaten Tasikmalaya, selain mendampingi enam bocah untuk proses hukum, juga rencananya akan memberikan konseling kepada mereka.

“Pasalnya, efek dari menonton langsung hubungan intim pasutri, akan berdampak negatif kepada bocah,” kata Ato. (SZM)***

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web