Kapolsek: Massa yang Keroyok 3 Pemuda Salah Sasaran

TASIKMALAYA- Kasus pengeroyokan tiga anak punk yang semula diduga jambret di kawasan Bundaran Linggajaya, Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, terungkap. Hasil pemeriksaan polisi terhadap tiga pemuda tersebut dan sejumlah saksi, ternyata dilatar belakangi masalah perempuan.

Menurut Kapolsek Mangkubumi Ipda Agus Fredi, kejadian pengeroyokan tiga pemuda bukan dilatar belakangi penjambretan. Namun diduga motifnya adalah masalah perempuan.

Dikatakan Kapolsek, pihaknya menerima laporan dari seorang warga bernama Hendriyana (22) warga Gunung Malang RT 4/9 Cibeuti, Kawalu, Kota Tasikmalaya. Dia mengaku menjadi korban pengeroyokan pada Sabtu (02/12/2017) sekitar pukul 14.00 WIB.

Ya, saat kejadian korban tengah mengendarai sepeda motor. Dia tidak sendirian. Tapi memboceng Ari Abdul Rojak, temannya. Nah, di sekitar Bundaran Linggajaya, tepatnya dekat Toko Sanrilla Mangkubumi tiba-tiba sepeda motor korban diberhentikan pelaku.

Tanpa basa-basi pelaku langsung memukuli korban mengenai kepala bagian belakang.

Ditambahkan Kapolsek diduga pengeroyokan tersebut terjadi karena masalah perempuan, yakni pacar pelaku yang dibawa korban. Akibat kejadian pengeroyokan itu korban mengalami luka di atas mata.

Kapolsek menyesalkan tindakan main hakim sendiri yang dilakukan sekelompok massa.

“Sejak awal saya menduga jika kasus itu salah sasaran. Apapun alasannya, aksi main hakim tidak dibenarkan dalam Undang-undang yang berlaku di Indonesia. Ini negara hukum. Kita harus patuh dan tunduk pada hukum,” tegas Kapolsek. (SZM)***

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web