Kebutuhan Ikan Konsumsi Ciamis Capai 10 Ton Per Hari

CIAMIS – Sedikitnya 10 ton ikan berbagai jenis yang dikonsumsi masyarakat Ciamis setiap hari belum bisa dipenuhi oleh para peternak di tatar Galuh. Pangsa pasar yang gurih tersebut masih dinikmati oleh peternak dari daerah Jawa Timur dan Purwakarta. Untuk gurame misalnya, pasokan terbesar masih didatangkan peternak dari Jawa Tengah dan jawa Timur. Sementara ikan Nila dan ikan mas dari Purwakarta.

“Ini memang sangat disayangkan. Harusnya, kebutuhan ikan untuk pasar lokal menjadi milik peternak di Ciamis,” kata Karim, salah seorang penyalur ikan di Kecamatan Baregbeg. Dalam satu hari, Karim mampu menjual sedikitnya dua ton ikan setiap hari baik ikan nila, gurame dan mas. Sementara jumlah penyalur ikan besar yang ada di Ciamis sendiri mencapai lebih dari lima dengan kapasitas penjualan mencapai satu hingga dua ton. Artinya kebutuhan ikan konsumsi bisa mencapai 10 ton per hari.

Engkus (41), salah seorang peternak mendesak agar pemkab. Ciamis mendorong geliat usaha peternakan masyarakat. Menurut dia, masyarakat harus dibina serta ditopang dengan akses permodalan yang cukup. “Bantuan benih, pakan dan teknologi diharapkan bisa terus diperkuat dan lebih merata,” kata Engkus, peternak di Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis.

Kepala Balai Benih Ikan (BBI) Sukamju, Kabupaten Ciamis, Yayat Ruhiyat mengaku akan mendorong para pemilik kolam air deras di berbagai wilayah untuk memaksimalkan potensi penghasilan dari kegiatan usaha pembesaran ikan air tawar. Saat ini, hanya sekitar 20 persen dari sebanyak 131 pemilik kolam air deras tidak berjalan. Mereka rata-rata terkendala permodalan.
“Akses pasar dan kebutuhan sudah jelas. Alam Ciamis pun cukup mendukung dengan banyaknya sumber mata air. Hanya sisi permodalan masih menjadi persoalan klasik yang dihadapi peternak,” ujar Yayat yang baru dilantik menjadi kepala BBI ini. Pemanfaatan kolam ikan air deras, kata dia, bisa menjadi solusi dalam memenuhi kebutuhan pasar lokal.

Pihak BBI sendiri, kata Yayat, siap menyediakan benih unggulan untuk dibesarkan oleh para peternak pembesaran. Pun demikian dengan bibit unggul akan disediakan. “Benih memang cukup banyak. Hanya karena pembesaran ikan cukup padat modal, maka banyak peternak yang menjual bibit ke peternak lain di luar daerah,” kata dia. Makanya, dia juga berharap agar bantuan permodalan untuk peternak pembesaran bisa terus diproyeksikan.(Mun)

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web