Kenalan di FB, 6 Siswi Ini Hilang Dibawa Kabur. 2 Siswi Ditemukan dalam Kondisi Linglung

TASIKMALAYA- Enam orang anak perempuan yang masih duduk di bangku sekolah di Tasikmalaya, Jawa Barat, hilang hampir sepekan. Selain diduga akibat media sosial (medsos) dan pergaulan bebas, beberapa anak perempuan ini hilang dijemput pacarnya.

Ya, sejumlah orang tua asal Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mendatangi Polres Tasikmalaya Kota, Selasa (6/3/2018) siang.

Didampingi Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID), mereka sengaja melaporkan anak perempuanya yang hilang hingga sepekan. Beberapa orang tua mengaku, anak yang masih duduk di bangku SD dan SMP ini hilang usai mengerjakan tugas sekolah di rumah. Sebagian lagi mengaku anaknya tidak kembali ke rumah berhari hari setelah dijemput laki-laki yang dikenal di medsos.

Selain tidak mempersiapkan pakaian ganti, semua anak hilang itu tidak membawa uang untuk jajan atau ongkos naik kendaraan.

Setelah melakukan pencarian berhari hari, dua orang anak akhirnya ditemukan pihak KPAID Kabupaten Tasikmalaya.

Dia berinisial P (14) dan C (14). Keduanya ditemukan di Pasar Ciawi Tasik dalam kondisi seperti orang linglung.

Sementara empat orang anak hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Menurut C, dirinya diajak pergi dan jalan jalan oleh laki-laki yang dikenalnya melalui jejaring sosial facebooks. “Saya dirayu dan diajak bermain. Katanya waktu itu saya diminta sekarang juga datang ke pasar Pagerageung. Saya dibonceng dan main kemana kita suka,” kata C.

KPAID Kabupaten Tasikmalaya, mensinyalir anak perempuan yang hilang jumlahnya lebih dari enam orang. Selain akibat pergaulan bebas, peran medsos turut menjadikan korban tidak pulang ke rumah hingga berhari-hari.

Lebih jauh, KPAID menduga anak perempuan yang hilang ini masuk komunitas anak berandal.

“Hari Minggu lalu kita dapat laporan dari warga jika empat anak perempuan warga Pagerageung sudah beberapa hari tidak pulang ke rumah,” kata Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto.

Menurut Ato, mereka berangkat dari rumah tanpa pamitan sejak hari Kamis (1/3/2018). Alasan pada orang tuanya berbeda.

“Kita waktu sarankan untuk segera mencarinya ke rumah kerabat atau teman dekatnya. Ya, tidak langsung lapor polisi,” ujar Ato.

Terkait kasus ini KPAID akan membuka Posko Pengaduan untuk orang tua yang anaknya hilang agar segera ditemukan. Ato khawatir mereka jadi korban kejahatan jalanan hingga jadi korban tindak asusila. (SZM)***

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web