Korban yang Tewas Akibat Miras Oplosan di Cicalengka Bertambah Jadi 35 Orang, di Sukabumi 6 Orang

BANDUNG- Korban meninggal akibat minuman keras (miras) oplosan di Cicalengka, Kabupaten Bandung, hingga Selasa (10/4/2018) siang yang meregang nyawa menjadi 31 orang.

Pihak RSUD Cicalengka menyebutkan 46 orang korban dalam perawatan. Dengan rincian 19 korban ditangani di Ruang Rawat Inap. Sisanya 27 orang di Ruang Instalasi Gawat Darurat.

Pihak Polres Bandung menye 2 orang telah diamankan dan dijadikan tersangka yakni berinisal JS dan HN dan. Satu orang yang jadi pemasoknya berinisial J, masih dalam pencarian polisi.

Polisi masih menunggu hasil labolatorium forensik dan tim medis mengenai kandungan miras oplosan. Selain itu polisi juga masih menyelidiki bagaiamana miras oplosan tersebut bisa merenggut nyawa dengan waktu bersamaan.

Menurut direktiur RSUD Cicalengka, dokter Yani, fasilitas rumah sakitnya terbatas dan terpaksa sebagian dirujuk ke rumah sakit terdekat. “Sejak awal kita koordinasi dengan rumah sakit tipe B. Dan kami telah merujuk 10 pasien korban miras oplosan,” kata Yani.

Ditambahkan Yani, pihaknya menangani korban miras oplosan sejak Jum’at lalu dengan keluhan sesak napas dan penglihatan mata kabur.

“Kita lakukan sesuai prosedur, pasang infus, pasang selang hidung, diberi cairan. Yang meninggal dunia datang ke sini kondisinya sudah kritis karena jumlah cairan lebih besar dari pasien selamat,” ucap Yani.

Selain di Cicalengka Bandung, miras oplosan juga membawa petaka di Pelabuhanratu, Sukabumi. Tercatat 13 orang jadi korban dan dibawa ke rumah sakit. 6 orang korban tewas. Sementara 7 orang korban masih dirawat di RSU Pelabuhanratu.

Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi menyebutkan pihaknya hari Senin mendapat laporan adanya korban akibat miras oplosan. Kala itu 4 orang korban dirawat dan 1 orang korban tewas.

Setelah diotopsi, kemudian melakukan penyelidikan. Dari keterangan para korban yang masih hidup, polisi menggerebek dua lokasi penjual miras oplosan.

“Selain menangkap penjualnya kita juga mengamankan beberapa miras oplosan untuk selanjutnya dibawa ke labolatorium forensik guna mengetahui unsur kimia apa yang terkandung di dalamnya,” kata Kapolres. (SZM)***

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web