Mahasiswa dan Buruh Kepung Bale Kota Tasikmalaya. Menuntut Perusahaan Nakal Ditindak

TASIKMALAYA- Ratusan mahasiswa dan buruh di Kota Tasikmalaya,  Jawa Barat, menggelar aksi solidaritas dan turun ke jalan dalam memperingati Hari Buruh.

Tuntutan mereka meminta kepada pemerintah untuk lebih tegas menindak perusahaan yang melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak dan merugikan para buruh.

Ya, ratusan mahasiswa dan buruh mendatangi Bale Kota Tasikmalaya. Dalam Hari Buruh Internasional yang jatuh pada hari Rabu (1/5/2019), massa pengunjuk rasa tertahan di luar gerbang Bale Kota Tasikmalaya, karena mendapat blokade puluhan anggota Satpol PP Kota Tasikmalaya.

Selain melakukan orasi, mahasiswa juga menyanyikan lagu perjuangan dan membentangkan spanduk berisi protes atas perlakuan pemerintah terhadap buruh.

Para pengunjuk rasa menilai apa yang dialami para buruh saat ini sangat memprihatinkan. Seperti upah yang dianggap tidak layak.

Pengunjuk rasa meminta kepada pemerintah untuk segera mengeluarkan peraturan yang mengatur upah layak untuk buruh.

Selain itu pengunjuk rasa menuntut pemerintah lebih tegas menindak perusahaan yang melakukan PHK sepihak dan merugikan para buruh.

Selain itu pengunjuk rasa  menuntut penghapusan outsorching, penghentian emberangusan terhadap Serikat Buruh dan hentikan tindakan kekerasan serta teror dalam menyelesaikan konflik dengan rakyat.

Korlap aksi Boby Nugraha menyebutkan pihaknya mencatat sekitar 30 persen perusahan di Kota Tasikmalaya belum membayar Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) yang layak.

“Aksi ini kita lakukan bukan hanya seremonial belaka. Ini murni dari hati nurani kita. Dan ini juga hasil diskusi dengan para buruh. Bahkan ada sejumlah buruh di Kota Tasikmalaya di PHK tanpa pesangon,” kata Boby.

Menanggapi tuntutan pengunjuk rasa, pihak Pemkot yang diwakili Sekda Kota Tasikmalaya Ivan Dicksan berjanji akan mempelajarinya terlebih dahulu dengan pihak terkait. (SZM)***

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web