Massa Geruduk Kantor Bawaslu Tasikmalaya. Terkait Money Politik Caleg

TASIKMALAYA– Sekitar 20 caleg bersama puluhan massa di  Kabupaten  Tasikmalaya, Jawa Barat, mendatangi kantor Bawaslu dan menuntut tahapan Pemilu dihentikan, Selasa (23/4/2019) siang.

Masa sempat membentangkan sejumlah poster sambil mengutuk keras praktek politik uang serta mendesak Bawaslu mengusut para pelakunya.

Ya, kasus dugaan politik uang (money politic) yang diduga dilakukan secara masif oleh caleg dari Partai Gerindra di Daerah Pemilihan (Dapil) 7 berbuntut panjang. Sekitar 20  caleg bersama puluhan massa mendatangi kantor Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya.

Caleg dan massa ini berasal dari simpatisan partai demokrat, PPP, Nasdem, Partai Berkarya dan PAN. Mereka datang dari beberapa kecamatan di empat Dapil.

Massa menuntut Bawaslu beraksi cepat mengusut dugaan politik uang yang terjadi di Dapil 7 khususnya di Kecamatan Salawu. Sebelum audiensi, masa sempat membentangkan sejumlah poster di depan Kantor Bawaslu.

Massa juga mengecam praktek politik uang serta mendesak Bawaslu mengusut para pelakunya. Dalam audiensi yang dihadiri ketua dan anggota Bawaslu serta Komisioner KPU Kabupaten Tasikmalaya. Massa meminta rapat pleno terbuka rekapitulasi perhitungan suara di tingkat PPK, agar dihentikan.

Massa juga menuntut pemungutan suara ulang dengan pertimbangan telah terjadi pelanggaran Pemilu secara masif.

Massa berharap Bawaslu bertindak tegas dalam mengusut money politic yang dilakukan Caleg DPR RI, DPRD Prov Jawa Barat dan DPRD Kabupaten Tasikmalaya dari Partai Gerindra.

“Saya sudah mengantongi bukti-bukti termasuk pelaku, pemberi dan penerima. Mereka mengakui telah membagi-bagikan uang kepada masyarakat senilai Rp 50.000 per orang. Saya sudah sampaikan semuanya ke Panwascam Salawu dan sudah diteruskan ke Bawaslu. Tinggal kita lihat bagaimana Bawaslu menyikapinya,” kata salah seorang tokoh pemuda, Dadang Sumarna.

Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya menyebutkan pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap para caleg yang diduga melakukan politik uiang. Untuk pengusutan lebih lanjut Bawaslu akan melakukan pembahasan masalah itu di Gakumdu.

“Kami Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya dalam hal penanganan dugaan pelanggaran money politic di wilayah Kecamatan Salawu dan menurut kami itu hal positif,” ucap Ketua Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, Dodi Juanda.

Ditambahkan Dodi, kewajiban pihaknya untuk memproses dugaan pelanggaran dan sudah dilakukan pemanggilan serta akan dibahas di Gakumdu.

Massa mengancam jika tuntutannya tidak diindahkan akan datang kembali dengan massa yang lebih banyak. (SZM)***

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web