Modal Kemitraan Pertamina Bertambah. UMKM Dituntut Lebih Inovasi

TASIKMALAYA – PT Pertamina (Persero) menyalurkan Corporate Social Responsibility (CSR) melalui unit pelaksananya CSR & SMEPPP Pertamina Jawa Bagian Barat kepada lebih 500 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Tasikmalaya.

Melalui acara Pelatihan Kepada Mitra Binaan Program Kemitraan PT Pertamina di Hotel Santika, Kamis (19/10/2017), Officer CSR & SMEPPP Pertamina JBB, Ika Dharma, menjelaskan berdasarkan peraturan menteri yang baru, penyaluran CSR berupa modal kemitraan kepada UMKM tersebut ada perubahan.

“Untuk kebijakan tahun ini, ada peraturan menteri yang baru berlaku per Juli. Yang sebelumnya 6 persen jasanya per tahun, sekarang jadi 3 persen, menurun. Sebelumnya jumlah maksimal Rp 75 juta, sekarang menjasi Rp 200 juta per orang,” terang Ika.

Untuk pengembalian modal kemitraan, imbuhnya, diangsur per bulan selama 36 bulan. Setiap mitra binaan akan mendapatkan kartu piutang yang didalamnya dijelaskan mengenai jadwal jatuh tempo, jumlah setoran dan nomor rekening.

“Program kemitraan ini dikhususkan untuk UMKM yang belum bankable atau persyaratannya belum dapat naik ke bank,” ujar Ika.

Harapannya, dapat membangkitkan industri yang selama ini dirasa kekurangan menjadi berkecukupan seiring bertambahnya modal.

Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman yang turut hadir dalam acara itu, mengingatkan seluruh UMKM yang mendapat modal kemitraan dari Pertamina untuk menjaga kepercayaan.

“Jadi modal yang diberikan itu harus betul-betul digunakan dengan efektif. Harus sesuai untuk modal kerja, jangan dipergunakan untuk kepentingan-kepentingan lain,” pesan Budi.

Hal itu, lanjut Budi, supaya membangkitkan perputaran perekonomian industri UMKM yang selama ini mempunyai permasalahan kepemodalan.

“Dengan penambahan modal tersebut, UMKM harus kreatif, penuh inovasi, ada terobosan-terobosan, sehingga akan mendongkrak market produk yang mereka jual,” tutur Budi. (DWI)***

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web