MUI dan Pemkab Garut Berencana Akan Tangani 2 Ribu Orang Anggota Group Gay

GARUT- Majelis Ulama Indonesia (MUI) terus melakukan pemantauan terkait grup gay yang kini tengah meresahkan masyarakat Garut, Jawa Barat. MUI bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Garut berencana akan segera segera merealisasi pengobatan kaum gay yang mencapai dua ribu orang lebih anggota.

Ya, grup gay atau penyuka sesama jenis membuat resah masyarakat Garut. MUI terus menggelar rapat dengan sejumlah instansi di Pemerintah Kabupaten Garut.

Ada beberapa dinas yang ditunjuk untuk menangani kasus grup penyuka sesama jenis ini. Yaitu Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Kominfo dan Kementrian Agama.

Diketahui grup gay Garut yang mayoritasnya pelajar SMP dan SMA sudah terang terangan memposting prilakunya di facebook. Hal ini tentu membuat miris citra Garut yang dikenal kota agamiMUI dalam hal ini paling depan menyoroti prilaku kaum gay.

Ketua MUI Garut KH Sirodjul Munir mengaku dalam hukum Syariah kaum gay atau kaum sodom harus dimusnahkan atau dibunuh. Namun karena regulasi hukum Indonesia, maka para anggota gay harus segera dibimbing kembali ke jalan yang benar.

Sementara Wakil Bupati Garut menyebutkan data di tahun 2015 yang terindikasi kaum gay mencapai 15 ribu orang.

“Namun data pasti hari ini mencapai 3 ribu orang lebih, tentu penanganan kasus ini bukan pekerjaan Pekab Garut saja. Kita butuh bantuan semua pihak termasuk para orang tua yang bersangkutan,” kata Helmi Budiman, kepada www.jabarklik.com Rabu (10/10/2018) siang.

Kumpulan anggota gay yang membuat resah hingga hari ini masih bisa diakses bebas oleh masyarakat umum pengguna medsos. Grup facebook ini bahkan tak ragu memposting wajah dan prilaku menyimpang anggotanya. (UBA)***

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web