Musim Hujan Tiba. Inilah Strategi Penanggulangan Bencana Longsor

Banten – Data yang tercatat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), selama tahun 2017 tercatat 438 kejadian bencana longsor di Indonesia.

“Dampak longsor menyebabkan 95 orang meninggal dunia, 132 orang luka-luka, 43.416 orang menderita dan mengungsi, dan lebih dari 1.500 unit rumah rusak,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho,

Menurut Sutopo puncak musim penghujan diperkirakan pada Januari mendatang, sehingga ancaman banjir dan longsor akan makin meningkat.

Seperti diketahui, peristiwa banjir disertai tanah longsor di Dusun Sangkan Bawang, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu (7/10/2017) pukul 00.30 WIB, mengakibatkan empat orang tewas.

Salah seorang yang kerap begelut di bidang penanggulangan bencana longsor, Yudi Sukiyadi menyebutkan kondisi longsor akan terus berlangsung dari tahun ketahun. Hal tersebut disebabkan dalam penanganan masalah longsor, pemerintah masih menggunakan secara parsial.

“Jika ada kejadian, baru terlihat keseriusan. Walaupun ada, proyek-proyek penanggulangan bencana longsor itu masih bersifat projek oriented,” kata pria kelahiran Tasikmalaya yang kini tengah menangani longsoran ruas jalan Simpang Labuan-Cibaliung Pandeglang Banten.

Padahal lanjut Yudi meminimalkan bahaya yang diakibatkan tanah longsor harus secara komprehensif atau berkesinambungan serta menyeluruh dengan menggunakan kajian-kajian ilmiah yang baik serta melibatkan seluruh stakeholder.

“Pola yang dapat dilakukan pemerintah dan masyarakat harus mengerti dulu apa itu longsor. Lalu cara memprediksi terjadinya longsor, metode pengendalian longsor serta pola pengendalian bencana tanah longsor,” ungkap Direktur PT Rizky Cipta Guna Perkasa ini disela-sela kesibukannya di Pandeglang Banten, Minggu (5/11/2017) siang.

Untuk penanggulangan longsoran Yudi mencontohkan garapan yang tengah ditanganinya yaitu di ruas jalan Simpang Labuan-Cibaliung Pandeglang Banten.

Agar kejadian longsor dapat teratasi dengan baik dan tidak mengakibatkan kerugian sangat besar, maka perlu dilakukan stabilisasi tanah, pemadatan, penambatan dan drainase.(SZM)***

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web