OJK Bekukan 7 Perusahaan Investasi Bodong di Jawa Barat

TASIKMALAYA  – Sedikitnya sekitar 7 perusahaan investasi ilegal yang beroperasi di wilayah Jawa Barat dibekukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Nilai investasi perusahaan yang dianggap bodong itu lebih dari puluhan triliunan. Masyarakat dihimbau agar berhati-hati dan jangan tergiur dengan keuntungan besar.

OJK Jawa Barat telah membekukan sekitar 7 perusahaan investasi ilegal yang beroperasi di daerah Jawa Barat yang investasi dan perputaran uangnya mencapai puluhan bahkan ratusan triliun. Hal ini disampaikan pihak OJK disela acara pertemuan tahunan pelaku industri jasa keuangan tahun 2017, wilayah Priangan Timur, di Ball Room Hotel Santika Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Sementara total perusahaan yang dibekukan secara nasional, ada sekitar 80 perusahaan investasi yang dianggap ilegal, dengan nilai investasi mencapai ribuan triliun. OJK mengimbau kepada masyarakat harus berhati-hati dan jangan sampai tertipu.

“Masyarakat harus berpikir rasional, tidak ada rejeki atau penghasilan yang bersipat extra ordinary, diluar kewajaran. Itu pasti banyak penawaran, kecuali rejeki nomplok. Ya rejeki yang sifatnya jelas sumbernya. Itu rejeki. Tapi kalau rejeki dengan investasi dengan bunga yang sangat tinggi dengan pendapatan yang sangat tinggi itu sesuatu yang tidak wajar,” kata Kepala OJK Jawa Barat, Sarwono, kemarin siang, kepada wartawan.

Dari 80 perusahaan ilegal yang dibekukan secara nasional, diantaranya beroperasi di wilayah Ciamis, Cirebon, Depok dan Bandung. Rata-rata peusahaan investasi tersebut selain menyalahi izin usaha juga merugikan nasabahnya. Guna memantau pergerakan perusahaan investasi bodong tersebut, OJK sudah membuat tim Satgas Waspada Investasi Daerah, kerjasama antara OJK dengan pihak Kepolisian dan Kejaksaan. (Pian M)

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web