Oknum Guru Ngaji di Tasikmalaya Diduga Aniaya 10 Santriwati

TASIKMALAYA- Dunia pendidikan kembali tercoreng. Di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, seorang guru ngaji di salah satu pesantren, menganiaya beberapa santriwatinya.

Diduga oknum Pak guru ini telah menganiaya sepuluh orang santriwatinya gara-gara mereka bolos mengaji.

Ya, Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, menerima laporan tiga orang santriwari yang diduga dianiaya oknum guru di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Faqih, Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya.

Ketiga korban itu Nurlela Fitriani, Nadia Kamila dan Kurnia Ramadhan. Selain mereka, diduga tujuh orang santriwati mengalami nasib sama, namun mereka belum berani melapor ke KPAID.

Menurut Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto, para korban dianiaya oknum guru ngaji, lantaran bolos mengaji. Akibat penganiyaan ini selain alami memar di bagian betis dan paha, korban juga trauma dan tidak mau masuk pesantren.

“Dalam melakukan aksi tak terpujinya itu, oknum guru menggunakan kayu (gagang sapu) dan dipukulkan beberapa kali ke bagian tubuh korban,” kata Ato, Sabtu (20/4/2019) siang.

Kasus ini terungkap setelah  korban menceritakan kekerasan yang dialaminya kepada orang tua.

Sebelumnya orang tua korban kaget  melihat  anaknya pulang ke rumah dengan berlinang air mata.

Tak terima anaknya dipukuli oknum gurunya, sang orang tua pun lapor ke KPAID Kabupaten Tasikmalaya. (SZM)***

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web