Penculik Bocah di Tasikmalaya Dihakimi Massa

TASIKMALAYA- Seorang pelaku penculikan bocah di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, berhasil ditangkap dan dihakimi massa, Selasa (8/10/2019), petang.

Pelaku dibekuk setelah berhasil menculik korban yang baru berumur enam tahun. Massa yang marah mengepung pelaku dan meminta pelaku dikeluarkan untuk dihakimi.

Ya, kerumunan massa terjadi di kawasan Mancagar, Panglayungan, Indihiang, Kota Tasikmalaya.
Di tempat ini warga baru saja mengamankan seorang laki-laki yang diduga penculik bocah.

Korbannya adalah Yumazada Zaira alias Yuma. Dia anak bungsu dari pasangan suami istri, Dede Disman dan Heaty Karani, warga Layungsari, Dadaha, Kota Tasikmalaya.

Penangkapan pelaku berawal kala kabar diculik Yuma menyebar melalui media sosial. Kebetulan seorang ibu rumah tangga, Shanty, melihat korban bersama pelaku turun dari mobil angkot dan masuk gang di kawasan Mancagar.

Shanty yang mengetahui di medsos jika bocah itu korban penculikan langsung mengejar dan menyergapnya kemudian meminta pertolongan warga.

Pelaku yang diketahui bernama Acep Ilham (28), warga Gunung Meri, Cipedes, Kota Tasikmalaya, digelandang ke rumah warga.

Polisi yang datang belakangan, sempat kesulitan mengamankan pelaku dari amuk massa sehingga sempat meletuskan senjata api ke udara guna mengurai kerumunan.

Massa yang tidak puas tetap merangsek ke mobil patroli dan meminta pelaku dikeluarkan untuk dihakimi. Ibu korban jatuh pingsan saat polisi membawanya ke Makopolsek Indihiang guna dimintai keterangan.

Menurut saksi, korban diculik ketika hendak berangkat ke sekolah. Seorang laki-laki diketahui membawa korban dan terekam CCTV salah satu mini market di Jl Rumah Sakit.

Aksi penculikan ini diperkuat dengan keterangan abang becak yang melihat korban dan pelaku naik angkot.

Guna pemerksaan lebih lanjut, pelaku dibawa ke Polsek Indihiang.

Menurut Shanty, pelaku sempat melintas di depan rumah. “Saya ingat, jika laki-laki yang menggendong bocah itu sempat lihat di group WhatsApp,” kata Shanty.

Pelaku berdalih dirinya tidak menculik korban. “Anak itu menangis. Saya kasihan. Lalu saya ajak jalan-jalan,” kata pelaku. Kini polisi masih mengumpulkan sejumlah saksi dan barang bukti. (SZM)***

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web