Pengembang Tak Kunjung Bayar Hutang, Warga Pasar Cirapuhan Garut Ngamuk

GARUT – Ratusan warga Pasar Cirapuhan, Garut, Jawa Barat. Sabtu (29/4/2017) berencana merobohkan bangunan pasar yang baru diselesaikan pengembang. Kemarahan warga ini dipicu lantaran pihak pengembang yang meminjam uang swadaya pasar dan masyarakat tak kunjung membayar, sekaligus tak menepati janji pembayaran utang senilai Rp 240 juta.

Pihak kepolisian dari Polsek Limbangan yang tiba di lokasi tak bisa meredam amarah warga pasar. Pengurus Himpunan Warga Pasar (Hiwapa) pun mencoba negosiasi dengan warga dan pedagang agar aksi tak berakhir perusakan aset.

Kemarahan warga dan pedagang ini dipicu lantaran pihak pengembang yaitu H Usang, yang meminjam uang warga dan pedagang sebesar Rp 240 juta tak kunjung menepati janji untuk membayarnya. Janji 45 hari masa peminjaman sejak proyek Pasar Cirapuhan dibangun pada Agustus 2016 lalu, hingga saat ini tak bisa dibayarkan pihak pengembang atas nama CV Karya Lestari.

Pembina Hiwapa Pasar Cirapuhan, Kamil mengaku Perjanjian warga pasar dengan pengembang hingga hari ini masih belum terealisasi. “Kami jelas dirugikan. Pembangunan pasar memang sudah selesai, uang senilai Rp 240 juta hasil urunan pedagang dan warga yang dipinjan oleh pengembang waktu itu alasannya untuk beli besi dan upah kerja,” kata Kamil.

Proyek pembangunan Pasar Cirapuhan dengan nilai tender Rp 1,3 miliar pada tahun 2016 lalu itu memang sudah rampung. Namun janji peminjaman uang swadaya milik pedagang dan warga sebesar Rp 240 juta, hingga hari ini belum dikembalikan.

Bukan hanya itu janji akan dibayar 45 hari oleh pengembang, justru pengurus Hiwapa Pasar Cirapuhan yang menerima pembayaran menggunakan cek giro, malah saat di kliring di bank cek giro dari pengembang tersebut malah tak bisa dicairkan, dengan alasan tidak ada saldo.

“Cek yang saya terima dengan nominal tulisan Rp 55 juta atas nama Nizar itu malah dianggap cek kosong oleh bank. Kami sudah terlalu sabar bahkan sudah menunggu sejak 14 April 2017 lalu untuk mengklarifikasi cek kosong yang diberikan pengembang kepada kami,” tambah Kamil.

Kapolsek Limbangan Kompol Asep Suherli mengaku, memang pembangunan Pasar Cirapuhan ada di wilayah hukumnya. Tapi pengembang belum pernah ada pemberitahuan akan melaksanakan pembangunan Pasar Cirapuhan. (UBA)***

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web