Racun Mengintai Dalam Makanan. Pengusaha Mie Berformalin Diancam 5 Tahun Kurangan Penjara & Denda 10 Miliar. (Tamat)

Laporan:S Munawar

DALAM memperingati Hari Kesehatan Dunia, kita kadang mendengar mengangkat tema tentang keamanan pangan. Tema ini sangat penting karena berhubungan dengan kebutuhan hidup dasar manusia, yaitu makan dan minum.

“Isu keamanan pangan menjadi penting mengingat banyak masyarakat yang kurang peduli dan adanya masyarakat lain yang memanfaatkan ketidak pedulian ini dengan menggunakan bahan pengawet beracun ke dalam makanan dan minuman yang kita konsumsi,” kata Uus Supangat, Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya.

Sebut saja penggunaan formalin, boraks dan rhodamin dalam makanan dan minuman.

Beberapa hal yang harus diperhatikan jika bahan beracun masuk ke dalam tubuh cepat atau lambat akan terjadi dampak yang tidak diinginkan dalam tubuh.

“Formalin tidak berwarna dan mempunyai bau yang keras dan mempunyai berat jenis 1,09 kg/L dalam suhu 20 derajat Celsius. Penelitian Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menunjukkan bahwa formalin terdapat pada makanan yang sehari-hari kita konsumsi,” kata Uus.

Bahkan terakhir formalin ditemukan pada produksi mie basah di Jalan Cieunteung, Kota Tasikmalaya.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Bimo Moernanda mengungkapkan, anggotanya berhasil mengamankan beberapa barang bukti seperti 7 karung dan 11 plastik mie basah siap edar atau seberat 3,3 kwintal, 2 karung sisa adonan bahan mie basah, 3 jerigen berisi formalin, 5 jerigen bekas formalin, 14 plastik berisi boraks, 4 plastik berisi soda ash dan 1 botol bekas air mineral berisi pewarna EG.

“Menurut pengakuan pelaku mie basah tersebut diedarkan di Pasar Induk Cikurubuk Kota Tasikmalaya,” ujar Kasat.

Selain menyita barang bukti tersebut, polisi juga mengamankan pemilik rumah selaku penanggungjawab.

Dalam kasus ini pelaku diduga telah melakukan tindak pidana tertentu. Sebagai mana Pasal 136 huru b junto pasal 75 ayat 1 huruf b UU RI No 18 tahun 2012 Tentang Pangan. Ancaman kurungan 5 tahun penjara dan denda 10 miliar.

Perlunya tindakan tegas dari aparat kepolisian untuk mengikis habis para pelaku kejahatan makanan, agar tidak ada lagi makanan berbahaya, yang beredar di masyarakat.***

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web