Berdalih untuk Kesaktian. Kakek di Tasik Gauli Anak Kandung dan 2 Cucunya

TASIKMALAYA – Berdalih untuk kesaktian dan kesuksesan, seorang kakek di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat tega menghamili anak kandungnya hingga memiliki empat orang anak. Bejatnya lagi, dua dari empat orang anak hasil hubungan terlarang dengan anak kandungnya tersebut kembali disetubuhi pelaku.

Ya, entah apa yang ada dalam benak Saefulloh (50) warga Desa Singasari, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Dia yang dikenal ‘orang pintar’ ini tega menghamili anak kandungnya sendiri, NW, hingga memiliki empat orang anak.

Tak puas dengan tubuh anak kandungnya, pelaku juga melakukan hubungan terlarang dengan dua anak kandung NW. Kedua anak NW yang nota bene masih darah daging pelaku, berusia sembilan tahun dan empat belas tahun.

Hingga Jum’at (5/5/2017) petang, pelaku masih dalam pemeriksaan anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tasikmalaya.

Perbuatan bejat pelaku dilakukan sejak tahun 2000 silam saat merantau di Kalimantan dan Papua. Namun aksinya baru tercium setelah anak sekaligus cucu kandungnya sebut saja Mawar, memergoki pelaku menyetubuhi cucunya yang baru sembilan tahun.

Menurut Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Gito, pelaku menyetubuhi anak dari hasil hubungan dengan NW (anak kandungnya) ini di rumahnya di Taraju Kabupaten Tasikmalaya hingga tiga kali. Pelaku berdalih, nekat menyetubuhi NW karena ia mirip istrinya yang sudah meninggal.

“Saya juga menyetubuhinya karena pesan dari guru saya. Ya, saya begitu agar sakti mandraguna dan bisa meramal jauh ke depan,” kilah pelaku.

Memang di kampungnya, pelaku dikenal ‘orang pintar’. Hampir tiap hari ada saja warga yang datang ke rumahnya untuk keperluan pengobatan penyakit atau memecahkan masalah keluarga.

Tidak hanya mengamankan pelaku, polisi juga menyita barang bukti pakaian korban. Akibat perbuatanya, pelaku kini harus mendekam dibalik jeruji besi. Dia dijerat Pasal 81 dan Pasal 76, tentang Perlindungan Anak. Ancaman kurungan penjara lima belas tahun. (DUY)***

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web