Seorang Oknum Guru SMK di Kota Tasik Diduga Tipu Ratusan Pencari Kerja

TASIKMALAYA – Guru mestinya memberikan pendidikan dan pengajaran pada anak didiknya baik melalui jalur formal maupun non formal. Tapi tidak berlaku bagi seorang oknum guru berinisial D yang mengajar di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di Kota Tasikmalaya.

Berdalih mempunyai relasi lowongan pekerjaan di perusahaan-perusahaan di Kabupaten Karawang dan daerah lain di Jawa Barat, oknum guru tersebut berhasil mengelabui hingga ratusan korban. Ironisnya, sebagian korban adalah mantan anak didiknya di sekolah dimana D mengajar.

Salah satu korban Nuri Panji Nugraha mengalami kerugian materi sebesar Rp 3.5 juta. Paman korban, Irwan Supriadi membeberkan ihwal dugaan penipuan tersebut.

Awalnya korban yang berstatus karyawan di salah satu perusahaan di Tangerang ditawari oleh teman semasa sekolahnya untuk melamar ke perusahaan di Karawang yang direkomendasikan oleh si oknum.

Diiming-imingi gaji yang menggiurkan, korban rela resign dari tempat kerjanya untuk dapat melamar kerja di Karawang dengan harapan dapat meningkatkan kesejahteraannya. Selain harus melengkapai berkas persyaratan lamaran, lanjut Irwan, korban juga harus menyetor uang sebesar Rp 3.5 juta.

“Akhirnya saudara saya menyetujui. Berkas lamaran dan uang sudah diserahkan kepada temannya untuk diberikan pada si oknum guru tersebut,” ujarnya kepada jabarklik.com, Rabu (31/5/2017) siang.

Namun, hingga kurang lebih 8 bulan semenjak penyerahan berkas lamaran dan uang, kabar pekerjaan yang dijanjikan tak kunjung datang. Dan korban pun sampai sekarang berstatus penganggur.

Pihak korban sudah berkali-kali menanyakan hal itu, namun hanya janji-janji yang menjadi jawaban dari oknum guru tersebut. Bahkan sering menghindar dari kejaran para korban dan pihak sekolah terkesan menutup-nutupi.

“Kami minta si oknum bertanggungjawab. Mari kita selesaikan secara kekeluargaan. Apabila memang terus menghindar, kami bahkan akan mengajak korban lainnya untuk melaporkan hal ini ke pihak kepolisian,” tegas Irwan.

Tak hanya itu, Irwan juga meminta pihak sekolah, pengawas, PGRI, Korpri dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat melalui Balai Perwakilan VI turut bertanggung jawab. Karena bagaimana pun jabatan si oknum adalah guru. “Jangan berdalih itu adalah kelakuan pribadi. Tapi tetap profesi si oknum adalah seorang guru,” pungkasnya. (DWI)***

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web