Siklon Dahlia Muncul, Nelayan Cipatujah Memilih Tidak Melaut

TASIKMALAYA- Mewaspadai potensi gelombang tinggi, semua nelayan di kawasan Sindangkerta, Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, tidak melaut. Gelombang tersebut akibat adanya siklon tropis Cempaka yang sedang melanda wilayah Indonesia.

Akibat nelayan tidak melaut, stok ikan di tempat pelelangan ikan (TPI), mengalami kekosongan, Sabtu (2/12/2017). Namun hal itu tidak berdampak pada pasokan ke rumah makan di kawasan pantai karena sudah menyimpan stok di lemari pendingin.

Menurut Kasat Polairud Polres Tasikmalaya AKP Qomarudin eks siklon tropis tersebut menyebabkan angin kencang hingga 20 knot (36 kilometer per jam). Sementara untuk kondisi perairan, menyebabkan gelombang tinggi 2-3 meter di perairan pantai Cipatujah.

“Selain karena ikan hasil tangkapan kurang, gelombang di tengah laut cukup tinggi. Untuk keselamatan jiwa, nelayan memilih tidak melaut,” kata Qomarudin.

Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat mengeluarkan peringatan, adanya tekanan rendah di Selatan Jawa mengakibatkan area belokan angin yang menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan. Aliran masa udara basah dari barat menyebabkan kondisi udara di sekitar Jawa Barat menjadi sangat tidak stabil.

Interaksi kedua fenomena tersebut dengan kondisi cuaca lokal mengakibatkan beberapa potensi cuaca ekstrem di sekitar wilayah Jawa Barat. Antara lain, potensi hujan lebat hingga ekstrem di wilayah Bogor, Depok, Bekasi, Karawang, Sukabumi Selatan, Cianjur, Bandung, Garut, Purwakarta, Subang, Cirebon, Indramayu, Kuningan, Majalengka, Sumedang, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar dan Pangandaran.

Potensi angin kencang dan puting beliung di Bogor, Bandung, Sukabumi, Majalengka, Kuningan, Sumedang, Majalengka, Cirebon, Purwakarta, Pangandaran, Indramayu. Potensi gelombang tinggi di Perairan Utara Jawa Barat dan Perairan Selatan Jawa Barat.

BMKG menghimbau waspada banjir bandang maupun longsor di kawasan yang berpotensi hujan lebat. Waspada puting beliung dan angin kencang khususnya pada sore hingga menjelang malam hari.

Selain itu waspada pada perubahan kondisi cuaca di laut secara tiba-tiba akibat adanya awan Cumulonimbus. BMKG juga meminta nelayan menunda aktifitas penangkapan ikan secara tradisional hingga gelombang tinggi mereda. (SZM)***

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web