Suami Bacok Bos PJTKI yang Jadi Selingkuhan Istrinya Hingga Tewas

TASIKMALAYA- Kasus pembunuhan yang korbannya, seorang bos Penyalur Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) asal Cianjur, Jawa Barat, akhirnya terungkap. Pelakunya DP (29) warga Awilarang Cianjur.

Motif pelaku yakni sakit hati kepada korban. Karena selama ini korban menjalin cinta terlarang dengan istri DP.

Menurut Kapolres Kabupaten Tasikmalaya AKBP Anton Sujarwo, sepekan lebih anggota Reskrim melakukan melakukan penyelidikan dan menyebar sketsa poto pelaku yang diketemukan di TKP. Polisi juga sempat menyisir ke pengurus beberapa PO Bus guna memastikan pelaku menumpang angkutan umum paska pembunuhan tersebut. Kini polisi masih memburu keponakan pelaku yang ikut serta dalam pembunuhan itu.

“Setelah dengan teliti ditelusuri, akhirnya pelaku diketahui berada di Depok,” kata Kapolres, Rabu (24/01/2018) siang.

Ditambahkan Anton, dalam aksinya pelaku sukses menyembunyikan dendam dan cemburunya terhadap korban. Buktinya pelaku bisa meyakinkan korban dan mengajaknya dengan berpura pura meminta bantuan paranormal di daerah Taraju.

Saat di tempat yang cukup sepi itulah korban dibacok dari belakang hingga tewas di dalam mobil yang dikendarai korban.”Saya kesal, dia berselingkuh dengan istri saya, sejak dua bulan ini. Saya masih mencintai istri saya,” kata pelaku dihadapan polisi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Senin (15/1/2018) pagi, korban ditemukan tewas bersimbah darah di dasar jurang dasar jurang pinggir Jl Raya Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Sekitar 1 Km dari lokasi, satu unit kendaraan sedan warna putih milik korban, terparkir di pinggir jalan. Selain terluka di bagian punggung, korban juga alami luka bacokan benda tajam di bagian kepala depan dan samping hingga tembus otak. Leher belakang korban juga nyaris terpotong akibat sabetan senjata tajam.

Berdasarkan hasil pemeriksaan alat mambis identifikasi, identitas korban akhirnya diketahui bernama Geni, warga Cibinong, Cianjur, Jawa Barat. Dalam kasus ini pelaku dijerat Pasal 340 jo 385 jo 365 dengan ancaman hukuman 15 hingga 20 tahun penjara. (SZM)***

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web