Tak Terima Ibunya Dimarahi. Adik Bunuh Kakak Tirinya

TASIKMALAYA – Seorang sopir angkutan kota (angkot) di Kota Tasikmalaya, tewas ditangan adik tirinya. Motif pembunuhan ini dilatarbelakangi pelaku yang ingin melindungi ibu kandungnya karena korban hendak memukuli.

Berawal dari sang ibu yang menyarankan agar korban segera menikah karena sudah cukup umur. Korban tersinggung. Dia marah dan hendak menganiaya ibunya.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Bimo Moernanda yang dikonfirmasi membenarkan adanya pengungkapan pembunuhan yang terjadi di Kampung Sukarindik, Bungursari.

Pembunuhan itu terjadi Rabu (4/10/2017) sekitar pukul 13.00 WIB. DP (27) melakukan pembacokan dengan golok ke bagian kepala korban sebanyak tiga kali.

Pembunuhan ini dilatarbelakangi DP tidak terima Aisyah, ibu kandungnya, dimarahi korban HMD (41), kakak tirinya . “Kakak marah ketika ibu saya mengingatkan agar dia cepat menikah. Saya tak terima ibu dimarahi dong. Saya tegur. Tapi dia malah membentak saya dan hendak memukuli ibu,” kata DP, Senin (9/10/2017) kepada penyidik Polsek Indihiang.

Karena khawatir ibunya terluka, DP memilih mendahului membacok korban. “Saya waktu itu kebetulan tengah memperbaiki saklar listrik. Karena tidak ada obeng untuk membongkar saklar, saya menggunakan golok. Nah, dengan golok tersebut kakak dibacok,” ucap DP.

Polisi belum menyebutkan kedalaman luka korban dan dibagian mana saja yang terkena bacokan. Pasalnya, setelah mengetahui korban tidak bernyawa, jenazahnya segera dimakamkan warga setempat, di Gunung Ki Hiang, Sukarindik, Kota Tasikmalaya.

Memang selama ini korban kerap berbuat onar di kampungnya. Tak heran, setelah mengetahui korban tewas sebagian warga bungkam dan memilih segera untuk memakamkan jenazahnya.

Rencananya dalam waktu dekat, polisi akan membongkar makam korban guna kepentingan otopsi. (SZM)***

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web