Tasikmalaya Oktober Festival 2018. Budaya yang Beragam Bisa Diadaptasi Dalam Fashion

TASIKMALAYA- Karnaval Budaya yang berisi Tasik Fashion Carnaval dan Tasik Jampana Festival, sudah digelar dengan meriah, Minggu (14/10/2018) pagi.

Rangkaian Tasikmalaya Oktober Festival (TOF) dalam menyambut ulang tahun Kota Tasikmalaya ke 17 ini selalu ditunggu-tunggu setiap tahunnya. Terutama acara karnavalnya yang menjadi perhatian banyak orang, termasuk warga dari luar daerah Kota Santri.

Sesuai jadwal, parade busana sudah terlaksana di Jl Otto Iskandardinata Kota Tasikmalaya, dengan start depan Kantor Pos dan berakhir di Alun Alun.

Tasik Fashion Carnaval selalu memberikan kesan tersendiri untuk semua orang, termasuk para pesertanya. Misal, Lina Herlina. Ia yang mengenakan kostum ‘Merpati’ mempunyai kaitan erat dengan gelaran satu tahun sekali ini. Pasalnya, dalam rangkaian TOF terdapat tanggal kelahiran dirinya.

Ya, ulang tahun Lina jatuh pada tanggal 15 Oktober. “Kemeriahan ulang tahun Kota Tasikmalaya jadi kado istimewa buat saya. Karena dalam rangkaian perayaannya bertepatan dengan hari kelahiran saya. Dan saya pun terlibat di dalamnya menjadi salah seorang peserta Tasik Fashion Carnaval,” kata Lina, kepada www.jabarklik.com.

Lina mengenakan kostum warna biru muda, mirip warna bulu burung merpati, tampil begitu elegan dan detailnya cantik. Ibu dua anak yang tecatat sebagai aparatur sipil negara (ASN) Dishubkominfo Kota Tasikmalaya ini berjalan sekitar 1 kilometer. Meski begitu, Lina tetap semangat dan penuh senyuman.

“Tasik Fashion Carnaval yang meriah memang selalu dinanti banyak orang, baik masyarakat Tasik maupun penonton dari daerah lain. Budaya yang beragam ternyata bisa diadaptasi dalam fashion,” ucap Lina.

Menurut Lina, fashion carnaval bukan dunia asing baginya. Selain rutin jadi peserta dalam Tasik Fashion Carnaval, dirinya juga sempat mengikuti acara serupa di Tarakan, Kalimantan Utara.

Memang sebelumnya tidak terpikirkan akan jadi salah satu peserta fashion carnaval. Lina selalu fokus  pada pekerjaannya sebagai ASN.

Namun perjalanan hidup mengantarkannya menjadi istri seorang polisi, Heri Utama. Sang suami pun mendukung Lina untuk jadi model.

Menjadi istri seorang polisi tentu sebuah tantangan tersendiri bagi Lina. Sebagai istri seorang polisi, hidupnya pun lebih teratur. Mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali. Salah satu yang menyita waktunya adalah mengurus anak. Lina memang punya komitmen kuat untuk mengurus dua anaknya.

“Saya tidak punya pengasuh. Bangun tidur urus anak dan suami, terus masuk kerja. Kadang ikuti kegiatan Bhayangkari, mendampingi suami. Sampai tidur lagi semua serba tertib dan disiplin. Tapi menjelang kegiatan fashion carnaval, saya nyaris absen mengurus anak-anak, karena sibuk latihan. Tapi suami saya cukup pengertian. Dia menggantikan tugas saya. Katanya hitung hitung kado ultah buat saya,” pungkas Lina. (SZM)***

Simak Video Berikut Ini

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web