Terdakwa Kasus “Ciloseh Berdarah” Dituntut 10 Tahun Penjara

TASIKMALAYA – Jaksa Penuntut Umum (JPU) perkara “Ciloseh Berdarah” menuntut terdakwa dengan hukuman penjara selama 10 tahun dengan pelatihan kerja selama 10 bulan.

Tuntutan tersebut sesuai dengan sistem peradilan pidana anak di Pasal 81 ayat 6 bahwa hukuman paling tinggi terhadap anak adalah 10 tahun.

“Oleh karena itu kami menuntut sesuai dengan arahan pimpinan 10 tahun. Sudah maksimal, jadi sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi,” ujar JPU Ahmad Sidik didampingi JPU Yuris Setia Ningsih seusai sidang di PN Tasikmalaya, Kamis (27/7/2017).

Dalam sidang kedua di Ruang Sidang Anak Pengadilan Negeri Tasikmalaya dengan hakim tunggal Guse Prayudi mengagendakan pembacan tuntutan pidana dan pembelaan dari terdakwa.

“Pembelaannya pada masalah perencanaan. Menurut pihak terdakwa bukan suatu perencanaan karena dilakukan secara seketika. Kami tetap direncanakan dimulai saat membawa golok, kemudian berpikir tenang dan membawa anak itu ke sungai dandengan tenang dilaksanakan,” terang Sidik.

Sidang yang dihadiri ratusan pengunjung sempat diwarnai kericuhan saat terdakwa akan menuju mobil tahanan Polres Tasikmalaya Kota. Begitu juga saat orang tua terdakwa keluar dari ruang sidang. Namun aparat kepolisian berhasil mengamankan situasi. (DWI)

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web