Uron Si Anak Hilang, Kini Jadi Politisi

TASIKMALAYA- Tak tahan melihat banyaknya ketimpangan di kota kelahirannya, Tasikmalaya, Uron yang bekerja di salah gedung olah raga ini merantau ke Bogor.

Bermodal uang Rp 100 ribu. Uron nekat meninggalkan kampung halamannya di kawasan Bungursari, Kota Tasikmalaya. Dia lalu melamar pekerjaan di perusahaan milik Surya Paloh. Karena keinginannya yang kuat, Uron pun mampu melewati beberapa tes.

Hingga akhirnya dia diterima jadi karyawan anak perusahaan Surya Paloh.


Setelah beberapa tahun bekerja, Uron dipercaya ‘bosnya’ mengembangkan perusahaan hingga ke Pulau Sumatera. Nah, selama dalam perantaunnya Uron banyak menimba ilmu dari beberapa ahli pemulihan wilayah yang jadi lahan penjarahan hutan.


Uron ingat akan kampung halamannya yang dulu terkenal dengan ‘Kota Seribu Bukit’ kini hanya tinggal nama.

“Saya ingat betul, sang ahli pemulihan yang sekaligus jadi teman dan guru saya tersebut menjabarkan terkait restorasi. Kata restorasi awalnya saya pahami dengan rumah makan (restoran) atau gerbong kereta makan. Padahal bukan itu maksudnya,” kata Uron, kepada www.jabarklik.com disela-sela kesibukan memberi arahan kepada ‘Sahabat Uron’ di rumahnya, petang tadi.

Laki-laki yang gemar olah raga bulu tangkis ini menyebutkan restorasi berarti pengembalian atau pemulihan terhadap keadaan semula. Seperti gedung bersejarah, kedudukan raja, negara; atau berarti pemugaran.

“Jadi merestorasi itu berarti melakukan restorasi; mengembalikan atau memulihkan kepada keadaan semula. Seperti beberapa bukit di Tasikmalaya, itu harus direstorasi,” ujar Uron.

Setelah hampir 15 tahun menghilang, Uron akhirnya kembali ke kampung halaman. Karena dianggap dia hilang dan tak ada kabar, begitu tiba di depan rumah, langkah kakinya terhenti.

“Aku ingat betul, kala itu ibu sedang menyapu halaman di depan rumah. Saya muncul. Ibu kaget,” kenang Uron.

Hingga akhirnya, sang ibu tersadar. Lelaki gagah yang berdiri di depannya adalah anaknya. Uron pun langsung sujud di kaki sang ibu lalu memeluknya.

Isak tangis bahagia pun pecah. Ibunya bahagia anak yang hilang telah dikembalikan, Tapi kekecewan belasan tahun lalu masih membekas di percakapan ibu. 

“Saya pun dimarahi. Saya hanya menundukkan kepala terdiam,” katanya.

Nah, berbekal ilmu yang didapat dari perantauan, Uron ingin membangin tempat kelahiran, Tasikmalaya. Dia pun menggunakan Partai Nasdem jadi Calon Legislatif DPRD Provinsi Jawa Barat, Dapil XV (Kota/Kab, Tasikmalaya), nomor urut 3.

“Saya optimis akan duduk di kursi DPRD Provinsi. Ya, warga Tasikmalaya sudah lama menantikan restorasi lahan yang dulunya dikenal Kota Seribu Bukit. (SZM)***

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web