Waspadai Antraks, Pemkot Tasikmalaya Periksa Hewan Kurban

TASIKMALAYA – Guna memastikan hewan kurban sehat, Pemerintah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, gencar lakukan pemerikasan di beberapa tempat penjualan hewan kurban. Selain itu petugas juga minta para pedagang menyiapkan tempat karantina bagi hewan yang terkena penyakit.

Menjelang hari raya Idul Adha para penjual hewan kurban musiman bermunculan di berbagai lokasi di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Guna memastikan hewan kurban sehat, petugas kesehatan hewan dikerahkan untuk melakukan pemeriksaan.

Pemeriksaan hewan kurban akan terus dilakukan hingga Hari Raya Idul Adha. Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan adanya penyakit hewan berbahaya, misalnya antraks.

Seperti yang dilakukan di tempat penjualan sapi di kawasan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Senin (28/8/2017) siang. Satu persatu hewan kurban diperiksa bagian mulut, hidung dan matanya.

Meski di Kota Tasikmalaya belum ditemukan kasus antraks tetapi perlu menjadi kewaspadaan. Dalam kesempatan ini petugas juga menyarankan kepada pedagang hewan untuk meminta surat kesehatan hewan dari daerah asal hewan, untuk memastikan tidak adanya penyakit menular.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Pemkot Tasikmalaya Deddy Biskat, beberapa bagian yang diperiksa terhadap hewan kurban, yakni lubang hidung, mulut, telinga dan perut hewan untuk memastikan kembung atau sebaliknya.

“Pemeriksaan hewan kurban ini sesuai dengan sariat Islam, yakni tidak ada cacat, harus sehat dan kualitas sisi visual harus bagus, seperti giginya apakah sudah copot atau belum. Ini guna memastikan usia hewan juga,” kata Dedi.

Jika ditemukan hewan kurban berpenyakit berbahaya atau penyakit lainnya yang dibawa daerah asal hewan tersebut akan dikarantina. Terkait hewan berpenyakit, petugas mewajibkan para pedagang untuk membuat kandang karantina. Jika hewan tersebut dalam kondisi sakit, maka petugas melarangnya dijual. (SZM)***

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web