2 Bocah Tertimbun Tembok Penahan Tanah yang Ambruk

TASIKMALAYA- Dua bocah (laki-laki dan perempuan) berusia 8 tahun di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, tertimbun reruntuhan tembok penahan tanah, yang ambruk, kemarin siang.

Bocah perempuan cepat diselamatkan meski sebagian badan tertimbun reruntuhan. Sementara, bocah laki-laki hampir dua jam dievakuasi warga, karena terkendala cuaca hujan yang terus mengguyur.

Ya, evakuasi seorang orang bocah laki-laki berusia 8 tahun yang tertimbun reruntuhan tembok penahan tanah di Kampung Mani’is, Linggajaya, Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, berlangsung dramatis. Korban bernama Febri tertimbun tanah sedalam dua meter.

Kondisi korban sulit dievakuasi karena di sekitar tersebut diguyur hujan deras. Sebelumnya seorang bocah perempuan berhasil diselamatkan meski sebagian badan tertimbun reruntuhan.

Kejadiannya berawal kala korban bersama tujuh temannya bermain petak umpet, di bawah benteng tembok penahan tanah. Tiba-tiba benteng tersebut ambruk.

Naas, Febri dan satu orang teman perempuannya bernama Fina, tertimbun. Tidak memerlukan waktu lama, Fina berhasil dievakuasi warga.

Sementara evakuasi Febri terkendala cuaca buruk. Setelah dua jam, akhirnya tubuh Febri berhasil diselamatkan. Orangtua korban tak kuasa menahan tangis saat melihat anaknya terkulai lemas.

“Kakinya tertimbun pondasi bangunan tembok. Dua bocah itu terhimpit. Tapi Alhamdulillah keduanya selamat. Sebelum turun hujan mereka bermain petak umpet,” kata salah seorang warga, Ade Kurnia.

Menurut Ade, lokasi kejadian merupakan pondasi rumah yang akan dibangun dan sering digunakan anak – anak untuk bermain. Warga menduga, tembok penahan tanah yang ambruk usianya sudah lapuk.

Usai dievakuasi, korban dilarikan ke rumahnya dan mendapat perawatan medis puskesmas setempat. (SZM)

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web