Aktivis Daftar Jadi Caleg PPP, Ini Alasannya

TASIKMALAYA- Pendaftaran calon anggota legislatif di seluruh Indonesia telah dibuka. Ada 16 tahapan yang harus dilalui calon anggota DPR, anggota DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota. Setelah verifikasi administrasi bakal calon, KPU menyampaikan hasil verifikasi kelengkapan administrasi, verifikasi terhadap perbaikan daftar calon dan syarat calon.

Ya, di tengah hiruk-pikuk menuju kursi anggota legislatif 2019, banyak pemuda yang turut ambil bagian sebagai calon legislatif (caleg). Diantaranya berlatar belakang aktivis. Mereka inilah yang disebut sebagai caleg aktivis.

Seperti diketahui, caleg aktivis bukan fenomena baru. Dalam pemilu 2004, 2009 dan 2014 lalu, sejumlah aktivis juga turut bertarung sebagai caleg. Beberapa diantaranya berhasil terpilih dan sebagian tumbang.

Untuk pemilu 2019 di Kota Tasikmalaya, salah seorang aktivis yang sudah malang melintang, Yanuar Mohamad Rifqi, ikut bertarung dalam pencalegan. Dia memilih Dapil 1: Tawang, Cihideung dan Bungursari.

Ketua Konsorsium Relawan Budi-Yusuf ini mengungkapkan alasannya berlabuh di Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Di partai berlambang ka’bah itu, Yanuar melihat kepentingannya untuk mendukung sebuah partai Islam yang nasionalis.

Berangkat dari PPP, selain karena menjadi anggota Majelis Pakar di DPC-PPP Kota Tasikmalaya, juga tambah Yanuar, karena keterpanggilan untuk bersama-sama pemerintah yang dipimpin kader PPP (Budi Budiman) memperjuangkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat, hingga Tasikmalaya Maju Religius dan Madani akan tercapai.

“Karena eksekutifnya dipimpin oleh kader PPP, tentu percepatan atau akselerasi program pembangunan akan lebih cepat, manakala wakil rakyat dari PPP menguasai mayoritas di DPRD. Untuk Dapil Cihideung, Tawang, Bungursari yang kuotanya 12 kursi dari PPP, saya siap menjadi mata, telinga dan lidah rakyat Dapil tersebut serta siap memperjuangkan segala aspirasi dan harapan mereka,” ucap Yanuar.

Menurut Yanuar, caleg aktivis akan menampilkan gaya politik berbeda. “Kita tidak menggunakan politik uang, tidak juga menebar slogan kosong dan janji palsu. Tapi memanfaatkan momentum kampanye pemilu untuk edukasi politik dan penyadaran bagi rakyat,” kata Yanuar, kepada www.jabarklik.com Minggu (27/7/2018) petang.

Ditambahkan Yanuar, agenda utama dirinya jadi caleg yakni memanfaatkan posisinya untuk mendorong agenda-agenda kerakyatan dan perubahan melalui jalur parlemen.”Saya mohon doa dan dukungannya terutama warga yang berada di Dapil I. Insya Alloh jika nanti terpilih jadi caleg, saya moal balaga dan moal sulaya,” pungkas Yanuar. (SZM)***

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web