Alhamdulillah, Janda Tukang Gorengan Ini Akhirnya Naik Haji

TASIKMALAYA- Menabung selama puluhan tahun, seorang janda pedagang gorengan di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, naik haji. Meski penghasilan tidak seberapa, Mak Komi mampu menabung ratusan ribu perbulannya.

Kisah Mak Komi bin Tajudin Astamad, warga Sindangsari, Bojongasih, Kabupaten Tasikmalaya, jadi sumber inspirasi bagi siapapun.

Janda berusia 64 tahun ini berangkat naik haji setelah menabung hampir tiga puluh tahun lamanya.

Biaya naik haji dikumpulkanya dari pekerjaan menjual berbagai macam gorengan secara keliling kampung. Tahu isi (gehu), bala bala, cipe hingga odading dijualnya seharga Rp 500 per biji.

Diusia senjanya. Mak Komi masih kuat keliling dari kampung ke kampung lainnya menjual gorengan dengan dagangan disimpan di atas kepala (disuhun).

Tak banyak, penghasilan yang didapat yakni antara Rp 20 ribu hingga Rp 40 ribu perharinya. Jumlah tersebut masih harus dibagi untuk kebutuhan sehari hari tiga anaknya pasca kematian sang suami 26 tahun silam.

Mak Komi hanya menabung Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu saja perbulan untuk naik haji.

“Jualan gorengan tiap hari, nabungnya seminggu sekali. Saya berangkat sendirian saja. Bangga dong, jualan gorengan bisa naik haji. Mental dan fisik saya sudah siap,” kata Mak Komi, disela sela keberangkatannya, di Islamic Centre Singaparna Kabupaten Tasikmaaya, kemarin petang.

Keinginan kuat melaksanakan ibadah haji di tanah suci membuat perjalanannya dipermudah. Tanpa menunggu belasan tahun, Mak Komi akhirnya berangkat setelah enam tahun mendaftar haji. Mak Komi berangkat ke tanah suci tanpa hiruk pikuk pengantar jemaah. Bahkan/ saat pelepasan jemaah tidak tampak keluarganya mengantar.

Mak komi berangkat menuju tanah suci tergabung dalam kloter 11 asal Kabupaten Tasikmalaya.

Tercatat 404 jemaah calon haji ini akan berangkat menggunakan 11 bus. Mereka akan singgah di Embarkasi Bekasi sebelum berangkat, Jumat pagi. (SZM)***

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web