JAWA BARAT — Platform media sosial X, yang dulu dikenal sebagai Twitter, resmi memperketat aturan main program bagi hasil kreatornya. Kebijakan baru ini secara khusus menyasar dua masalah kronis: pencurian konten (content theft) dan umpan interaksi (engagement bait). Langkah ini diumumkan langsung oleh Nikita Bier, salah satu eksekutif di X, yang mengungkapkan penggunaan model AI Grok versi terbaru sebagai garda depan deteksi.
Bier menyatakan bahwa versi anyar model Grok AI mampu mengidentifikasi konten duplikat dengan kecepatan tiga kali lipat dibandingkan versi sebelumnya. Teknologi ini tidak hanya mendeteksi unggahan ulang mentah, tetapi juga konten yang telah dimodifikasi.
Menurut Bier, penambahan watermark, intro, atau editan lain yang bertujuan mengelabui sistem agar konten curian terlihat orisinal justru akan berakibat sebaliknya. "Impresi yang dimonetisasi akan dialihkan kepada pengunggah asli," jelasnya. Kebijakan ini juga berlaku untuk salinan teks viral, termasuk contoh yang ia sebutkan, "Twitter is like the smoking section of the internet" — bukti bahwa banyak pengguna masih menyebut aplikasi itu Twitter.
Dalam siklus deteksi terbarunya, X mengaku telah menemukan 1,5 juta unggahan yang terbukti merupakan konten curian. Meski Bier tidak merinci periode waktu spesifik untuk angka tersebut, ia menegaskan dampak finansial dari kebijakan ini cukup signifikan.
"Dengan perubahan ini, lebih dari 1 juta dolar AS (sekitar Rp 16,5 miliar) pembayaran kreator akan dikembalikan kepada pembuat konten asli yang karyanya dicuri," ungkap Bier. Jumlah ini menunjukkan skala masalah pencurian konten yang selama ini menggerogoti pendapatan kreator sah di platform.
X tidak hanya berhenti pada deteksi dan pengalihan royalti. Platform ini menerapkan sistem sanksi bertingkat bagi para pelanggar. Upaya berulang atau sengaja untuk menghindari kebijakan baru ini akan berujung pada satu konsekuensi: dikeluarkan dari program kreator.
Aturan yang sama juga berlaku untuk praktik engagement bait, seperti meminta follow atau like secara eksplisit. Jika seorang pengguna ketahuan melanggar tiga kali atau lebih — misalnya dengan komentar seperti "I'll follow everyone who replies" — akun mereka tidak hanya dicabut dari program kreator, tetapi juga diteruskan ke tim kebijakan platform untuk ditinjau dan berpotensi disuspensi.
Masalah pencurian konten dan engagement bait bukanlah hal baru di dunia media sosial. Instagram, Facebook, dan Reddit juga bergelut dengan isu serupa dan telah menerapkan alat deteksi teknis, termasuk fitur yang mengidentifikasi ketika seorang pengguna mengunggah ulang karya orang lain tanpa atribusi.
X sendiri sebelumnya telah menambahkan editor dan perekam video yang lebih baik ke platformnya sebagai upaya mendorong kreator membuat konten orisinal menggunakan alat bawaan. Karena banyak masalah ini dipicu oleh bot, X juga menggencarkan suspensi otomatis. Pada April lalu, Bier mengklaim platform mengidentifikasi dan menangguhkan "208 bot per menit dan terus bertambah."
Bier sendiri dikenal vokal menentang engagement bait. Ia bahkan pernah mengkritik kreator top MrBeast yang kerap menggunakan iming-iming finansial untuk menarik penonton menonton videonya. Kini, dengan kebijakan baru yang lebih ketat, X berusaha menciptakan ekosistem yang lebih adil bagi kreator konten orisinal.