Pabrik Baterai EV Pertama di Karawang Rampung, Serap 3.000 Tenaga Kerja dan Siap Diresmikan Prabowo

Penulis: Candra Setiabudi  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 17:42:02 WIB
Pabrik sel baterai kendaraan listrik pertama di Karawang, Jawa Barat, rampung dibangun dengan kapasitas produksi 6,9 GWh per tahun.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pembangunan pabrik sel baterai kendaraan listrik (EV) berkapasitas 6,9 gigawatt hour (GWh) di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, telah rampung dan mulai beroperasi secara bertahap. Pabrik yang dikembangkan PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) ini menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja dengan nilai investasi Rp7 triliun. Peresmiannya tinggal menunggu jadwal Presiden Prabowo Subianto.

KARAWANG — Proyek strategis nasional ekosistem baterai kendaraan listrik di Jawa Barat memasuki babak baru. Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika menyatakan pembangunan pabrik sel baterai di Kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Karawang, sudah tuntas dan fasilitas produksinya mulai berjalan meski kapasitasnya masih bertahap.

“Insyaallah, kayaknya sudah (rampung), ya. Insyaallah. (Peresmiannya) tinggal tunggu jadwal Pak Presiden (Prabowo Subianto),” ujar Erani di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat.

Pabrik ini dikelola PT CATIB, perusahaan patungan antara Indonesia Battery Corporation (IBC) dan konsorsium CATL-Brunp-Lygend (CBL). Kehadirannya menjadi tulang punggung hilirisasi nikel dalam negeri, yang selama ini lebih banyak diekspor dalam bentuk mentah.

Investasi Rp7 Triliun dan Target Produksi 6,9 GWh per Tahun

Direktur Corporate Public Affair PT CATIB Bayu Hermawan mengungkapkan, pengembangan pabrik ini menelan investasi kurang lebih Rp7 triliun. Dengan kapasitas produksi 6,9 GWh per tahun, pabrik ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.

Bayu menambahkan, estimasi tenaga kerja yang terserap saat pabrik beroperasi penuh mencapai sekitar 3.000 pekerja. Angka ini menjadikan proyek tersebut salah satu penyerap tenaga kerja terbesar di kawasan industri Karawang.

Komitmen Ramah Lingkungan: PLTS 18 MWh untuk Operasional

Selain fokus pada kapasitas produksi, PT CATIB juga menegaskan komitmennya terhadap operasional ramah lingkungan. Perusahaan menggunakan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 18 MWh untuk menopang kegiatan produksi sehari-hari.

Langkah ini sejalan dengan target pemerintah menekan emisi karbon di sektor industri, sekaligus memperkuat klaim produk baterai Indonesia sebagai produk hijau yang diminati pasar global.

Kronologi Proyek: Dari Groundbreaking hingga Operasional

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya meletakkan batu pertama (groundbreaking) proyek Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi Konsorsium Antam-IBC-CBL di lokasi yang sama pada Minggu (29/6/2025). Proyek ini merupakan bagian dari peta jalan pemerintah membangun rantai pasok baterai dari hulu ke hilir.

Dengan rampungnya pembangunan pabrik, Indonesia kini memiliki fasilitas produksi sel baterai pertama yang terintegrasi dengan ekosistem hilirisasi nikel. Langkah berikutnya yang ditunggu pasar adalah jadwal peresmian oleh kepala negara serta realisasi produksi massal untuk memenuhi pesanan pabrikan kendaraan listrik global.

Reporter: Candra Setiabudi
Sumber: jabar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top