PTDI dan Pemprov Jabar Teken MoU Mekanisasi Sorgum 50 Hektare, Paguyuban Pasundan Naungi Kerja Sama

Penulis: Bayu Nugroho  •  Sabtu, 29 Agustus 2026 | 17:48:31 WIB
PTDI dan Pemprov Jabar menandatangani MoU pengembangan mekanisasi sorgum seluas 50 hektare di Bandung, Sabtu (…).

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat menandatangani nota kesepahaman pengembangan mekanisasi komoditas sorgum di lahan percontohan seluas 50 hektare. Perusahaan pelat merah itu mengambil peran penuh dalam merancang, memproduksi, hingga mengaplikasikan alat mekanisasi untuk mengolah produk derivatif sorgum.

BANDUNG — Skema kerja sama ini melibatkan empat pihak: PTDI, Pemprov Jabar, perusahaan offtaker PT Santana Manggala Karya, dan Paguyuban Pasundan. Pemprov Jabar bertugas menyediakan lahan pertanian, sementara PTDI berkonsentrasi pada aspek teknologi manufaktur.

Penandatanganan dilakukan di sela puncak HUT Ke-50 PTDI di Kompleks PTDI Bandung, Sabtu. Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan menyebut terobosan ini bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.

"Insya Allah, hari ini kita tanda tangani MoU antara Pemda Jabar, offtaker PT Santana Manggala Karya, PTDI dan dinaungi oleh Paguyuban Pasundan. Kita menandatangani nota kesepakatan bersama," kata Gita.

Bukan Sekadar Aksi Seremonial

Gita menegaskan keterlibatan PTDI pada komoditas sorgum merupakan misi strategis perusahaan dalam mentransfer teknologi industri presisi. Tujuannya memodernisasi peralatan derivatif pertanian di Jawa Barat.

"PTDI tugasnya adalah melakukan mekanisasi. Jadi kami menghasilkan berbagai macam mesin untuk derivatif program sorgum," ujar Gita.

Langkah ini sekaligus memperluas portofolio PTDI yang selama ini identik dengan produksi pesawat terbang. Kini perusahaan BUMN itu mulai merambah sektor pangan melalui pendekatan teknologi.

Edukasi Kedirgantaraan hingga Training Center di Bali Utara

Di luar sektor pangan, PTDI memperkuat jaringan edukasi dengan merancang program Goes to School dan kolaborasi perguruan tinggi bersama Paguyuban Pasundan. Program ini bertujuan membumikan industri kedirgantaraan sejak dini kepada generasi muda.

Pada kesempatan yang sama, PTDI menyiapkan training center yang mengantongi kerja sama Approved Maintenance Training Organization (AMTO) di Bali Utara. Lembaga ini nantinya melahirkan lulusan bersertifikasi ahli pemeliharaan pesawat.

Penguatan kapasitas industri tersebut turut disokong arahan Danantara Development untuk mengonsolidasi diaspora pakar aviasi Indonesia di luar negeri. PTDI kini tidak hanya fokus pada produksi pesawat, melainkan siap membangun siklus industri dan teknologi nasional secara menyeluruh.

Reporter: Bayu Nugroho
Sumber: jabar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top