Prabowo Tambah Anggaran Mitigasi Bencana, Menkeu Tunggu Hitung BNPB

Penulis: Agus Hermawan  •  Rabu, 09 September 2026 | 15:20:01 WIB
Presiden Prabowo Subianto memimpin Rapat Terbatas penanganan bencana alam secara virtual dari Istana Merdeka.

JAWA BARAT — Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan penambahan anggaran mitigasi bencana secara signifikan dalam Rapat Terbatas (Ratas) Perkembangan Penanganan Bencana Alam yang digelar virtual dari Istana Merdeka. Instruksi ini muncul setelah serangkaian gempa, erupsi, dan banjir melanda Indonesia dalam beberapa pekan terakhir.

"Pelajaran juga bagi kita, bagi pemerintah yang saya pimpin, alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara signifikan. Saya kira dalam menghadapi keadaan ke depan kita akan lebih mampu," ujar Prabowo dalam pernyataannya.

Menkeu Menunggu Kalkulasi BNPB

Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tambahan anggaran tersebut nantinya akan dikelola oleh BNPB. Pihaknya belum dapat memastikan besaran nominal karena masih menunggu usulan resmi dari lembaga tersebut.

"Nanti kita tingkatkan sesuai permintaan, kan BNPB yang hitung. Nanti kita lihat seperti apa perhitungan BNPB. Kan sekarang saya belum terima," kata Purbaya, Senin (7/9/2026).

Meski demikian, ia memastikan pemerintah akan mengupayakan pemenuhan kebutuhan tersebut semaksimal mungkin. "Berapapun angkanya akan kita usahakan semaksimal mungkin. Tapi jangan ngaco ya hitungannya, gitu aja," lanjut dia.

DPR Beri Sinyal Dukungan, Ekonom Soroti Beban Fiskal

Ketua DPR RI Puan Maharani menyambut baik rencana pemerintah selama anggaran yang digelontorkan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Respons positif dari parlemen ini menjadi sinyal kelancaran pembahasan anggaran tambahan di tingkat legislatif.

Ekonom Senior INDEF Tauhid Ahmad menilai pembahasan soal anggaran kebencanaan tidak bisa dilepaskan dari dampak ekonominya. Kerusakan infrastruktur, perlambatan aktivitas ekonomi, hingga dampak psikologis masyarakat pada akhirnya bermuara pada beban fiskal dan moneter negara.

Indonesia yang berada di jalur cincin api memang menghadapi risiko bencana yang tinggi sepanjang tahun. Kesiapan anggaran logistik, mitigasi, dan penanggulangan menjadi prasyarat utama untuk menekan kerugian ekonomi yang lebih besar di masa mendatang.

Pencarian Lima Jurnalis di Selat Sunda Masuk Hari Kedua

Di sisi lain, proses pencarian lima jurnalis yang dilaporkan hilang saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda terus berlanjut. Kantor SAR Banten telah menyiapkan dua drone termal dan memperluas area penyisiran untuk menemukan kelima orang tersebut beserta tiga awak kapal yang ikut hilang.

"Tim SAR gabungan akan kembali melanjutkan pencarian pada hari berikutnya dengan memperluas area penyisiran sesuai hasil evaluasi, dan kondisi di lapangan," ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad.

Investasi mengandung risiko.

Reporter: Agus Hermawan
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top