BANDUNG — Spirit Bandung yang lahir dari Konferensi Asia Afrika 1955 kembali dikumandangkan di panggung global. Presiden Prabowo Subianto membawanya ke KTT BRICS 2026 di New Delhi, India, sebagai simbol persatuan bangsa-bangsa Global South.
Prabowo menyampaikan hal itu dalam sesi terbatas bertema Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism di Bharat Mandapam, New Delhi, Sabtu (12/9/2026). Ia menilai Spirit Bandung bukan sekadar warisan sejarah, melainkan kekuatan yang tetap hidup menghadapi tantangan global.
Menurut Prabowo, negara-negara Asia dan Afrika telah membuktikan ketangguhannya dalam meraih kemerdekaan dan melepaskan diri dari penjajahan. Pengalaman itu menjadi fondasi bagi negara-negara Global South untuk bersatu sebagai negara yang setara.
"Kami di Global South kini merasa suara kami didengar. Negara-negara yang baru saja meraih kemerdekaan, yang telah melawan imperialisme dan kolonialisme, kini bersatu sebagai negara yang setara," kata Presiden Prabowo di hadapan pemimpin BRICS.
Ia menekankan persatuan dapat memperkuat suara negara-negara Global South dalam tatanan dunia. Persatuan juga dinilai penting untuk melindungi dan memperjuangkan kepentingan masing-masing negara.
Dalam kesempatan itu, Presiden mengutip pepatah Indonesia, "Bersatu kita teguh, terpecah kita runtuh". Menurutnya, pepatah tersebut mencerminkan semangat yang menyatukan negara-negara Asia dan Afrika di Bandung.
"Kami memahami bahwa dengan bersatu, suara kita akan lebih terdengar. Kepentingan kita dapat lebih terlindungi dan dimajukan. Pelajaran ini tetap sangat penting," kata Presiden.
Melalui persatuan, Prabowo berharap negara-negara Global South semakin kokoh menjaga kemandirian. Semangat itu diarahkan untuk mewujudkan tatanan dunia yang lebih adil, setara, dan inklusif.
KTT BRICS ke-18 turut dihadiri Presiden Tiongkok Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Perdana Menteri India Narendra Modi sebagai tuan rumah. Kehadiran para pemimpin itu menegaskan posisi forum BRICS sebagai wadah utama negara-negara berkembang.
Bagi Indonesia, Spirit Bandung yang diusung Prabowo menjadi penanda kesinambungan politik luar negeri bebas aktif. Nilai yang lahir di Bandung pada 1955 itu kini dibawa ke forum ekonomi-politik yang berbeda, dengan aktor dan tantangan yang jauh berubah.