Pemerintah Siapkan 1–2 Juta Hektare Lahan untuk Produksi Etanol Nasional

Penulis: Darmawan Putra  •  Senin, 21 September 2026 | 10:37:01 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan pemerintah menyiapkan lahan 1–2 juta hektare untuk produksi etanol nasional.

JAWA BARATMenteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan pemerintah menyiapkan lahan seluas 1–2 juta hektare guna mendukung produksi etanol nasional, dengan tiga komoditas bahan baku: tebu, singkong, dan jagung. Program ini diarahkan untuk memperkuat kemandirian energi dan mendapat dukungan dari 44 bupati yang hadir dalam rapat koordinasi di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Dukungan datang dari 44 bupati yang mengikuti rapat pengembangan etanol. Pemerintah juga menyiapkan pembangunan pabrik dan menggerakkan program secara masif di seluruh Indonesia.

Tebu Jadi Komoditas Utama

Dari total kebutuhan lahan, sekitar satu juta hektare dialokasikan khusus untuk pengembangan tebu. Komoditas ini dinilai paling siap menopang produksi etanol dalam skala besar.

Selain tebu, pemerintah mendorong penanaman jagung dan singkong. Untuk jagung, setiap bupati yang ikut program mendapat dukungan percobaan penanaman seluas 1.000 hektare. Hasilnya akan dievaluasi pada Januari mendatang sebagai dasar perluasan lahan.

Pemerintah juga menyiapkan bantuan alat dan mesin pertanian untuk memperkuat produksi bahan baku etanol di daerah-daerah peserta program.

Konsolidasi Lahan Baru Tahap Awal

Amran menegaskan penyiapan lahan masih berada di titik awal. Konsolidasi baru dimulai setelah rapat koordinasi bersama kementerian dan lembaga terkait.

"Kita baru mau mulai konsolidasi hari ini. Ini adalah titik awal hari ini," ujar Amran dalam konferensi pers di Jakarta.

Pemerintah akan memastikan lahan yang digunakan memiliki legalitas jelas. Prioritas diberikan kepada kawasan yang bisa dimanfaatkan untuk tanaman pangan dan agroforestri.

Hutan Jadi Opsi Terakhir

Dalam memilih lahan, pemerintah menyeleksi area yang sudah dilepaskan sebelum mempertimbangkan pelepasan kawasan hutan. Tersedia sekitar 1,3 juta hektare lahan yang telah dilepaskan dan akan dipilih sesuai kecocokan dengan tanaman tebu.

"Jadi jangan langsung babat hutan, nggak. Yang kedua adalah seluruh yang sudah dilepaskan kita pilih. Ada 1,3 juta hektar. Kita pilih lagi. Kalau sudah cocok dengan tebu, oke itu aja kita pakai. Paling terakhir baru pelepasan hutan," kata Amran.

Langkah ini menandai dimulainya babak baru pengembangan energi terbarukan berbasis pertanian. Jika berjalan sesuai rencana, program etanol dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus membuka lapangan kerja di daerah penghasil tebu, singkong, dan jagung.

Reporter: Darmawan Putra
Sumber: ekonomi.republika.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top