JAKARTA — Pelatih John Herdman membawa 23 pemain terbaiknya untuk duel melawan Singapura. Skuad Garuda diperkuat nama-nama seperti Emil Audero, Maarten Paes, Kevin Diks, Elkan Baggott, Justin Hubner, Thom Haye, Ivar Jenner, Ole Romeny, hingga Luke Vickery.
Laga ini bukan sekadar pembuka. Grup A juga dihuni Malaysia dan Bangladesh, sehingga hasil melawan Singapura akan menentukan arah perjalanan Indonesia di turnamen regional tersebut.
Luciano Leandro, mantan gelandang Persija Jakarta dan PSM Makassar, memberikan penilaian tajam soal peluang Indonesia. Menurutnya, ada lima aspek yang harus diperhatikan Garuda jika ingin mengalahkan Singapura.
Indonesia harus mampu menguasai bola dan tempo permainan tanpa terburu-buru. Bermain di depan publik sendiri menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain.
Tekanan tinggi harus dilakukan bersama-sama agar tidak memberi ruang bagi Singapura melakukan serangan balik. Pressing yang tidak kompak justru bisa menjadi celah bagi lawan.
Ball possession harus diubah menjadi serangan cepat di sepertiga akhir. Memindahkan bola dari kanan ke kiri tanpa penetrasi dinilai tidak cukup untuk membongkar pertahanan Singapura.
Lima detik pertama setelah kehilangan bola menjadi momen krusial. Indonesia perlu mencegah counter attack lawan dengan transisi bertahan yang disiplin.
Garuda diminta tampil percaya diri dan fokus, tanpa terbawa emosi oleh tekanan laga perdana. Aspek mental dinilai menjadi pembeda dalam pertandingan sebesar ini.
Duel Indonesia kontra Singapura dijadwalkan kick-off malam di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Setelah laga ini, Garuda masih akan menghadapi Malaysia dan Bangladesh di fase grup.
Kemenangan atas Singapura akan menjadi modal penting bagi Indonesia untuk menjaga peluang lolos dari Grup A.