Robotaxi di California Wajib Beri Dukungan Darurat, Denda Menanti

Penulis: Agus Hermawan  •  Jumat, 02 Oktober 2026 | 13:05:01 WIB
Operator robotaxi di California wajib memberikan dukungan langsung kepada petugas darurat berdasarkan Senate Bill 1246.

JAWA BARAT — Operator robotaxi di California kini menghadapi aturan baru yang mewajibkan dukungan langsung bagi petugas darurat saat kendaraan otonom mereka bermasalah. Senate Bill 1246 yang ditandatangani Gubernur Gavin Newsom mengancam denda jika robotaxi menghalangi polisi atau pemadam kebakaran lebih dari 30 menit. Regulasi ini berlaku Juli 2028 dan menyasar pemain besar seperti Waymo, Tesla, dan Zoox.

Waymo mengoperasikan sekitar 4.000 kendaraan otonom dalam armada komersialnya di seluruh Amerika Serikat, dengan sekitar 1.200 unit tersebar di kawasan San Francisco Bay Area. Jumlah armada sebesar itu membuat setiap insiden yang melibatkan robotaxi langsung berdampak pada lalu lintas dan respons darurat di kota-kota padat.

Serangkaian insiden di California menjadi pemicu lahirnya regulasi ini. Robotaxi dilaporkan mogok di tengah jalan, masuk ke lokasi kejahatan, hingga menghambat petugas darurat yang sedang bertugas. Investigasi TechCrunch menemukan sejumlah kasus ketika Waymo mengandalkan petugas darurat untuk mengemudikan kendaraannya secara manual saat mengalami masalah.

Apa Isi Senate Bill 1246

Senator Dave Cortese yang mengajukan rancangan undang-undang ini menegaskan bahwa inovasi tidak boleh mengorbankan keselamatan publik. "California has embraced autonomous vehicles, but we cannot embrace innovation at the expense of public safety," ujarnya dalam pernyataan resmi.

Aturan baru ini menetapkan bahwa operator jarak jauh (remote driver) hanya boleh berbasis di Amerika Serikat dan wajib memegang surat izin mengemudi AS. Ketentuan ini dibuat untuk menjawab kekhawatiran soal bagaimana perusahaan menjalankan operasi jarak jauh ketika kendaraan otonom bermasalah.

Istilah "remote operations" selama ini ditafsirkan sangat luas dan minim transparansi. Dalam undang-undang baru, "remote driver" didefinisikan lebih spesifik sebagai manusia yang secara langsung mengoperasikan atau mengemudikan kendaraan dari jarak jauh. Tesla menjadi satu-satunya perusahaan yang secara terbuka menyatakan memiliki operator jarak jauh yang bisa mengambil kendali langsung atas robotaxinya.

Kewajiban Perusahaan dan Sanksi

Perusahaan AV wajib memberi tahu kota, kabupaten, dan yurisdiksi lokal lain soal lokasi serta status kendaraan saat terjadi kegagalan sistem menyeluruh. Mereka juga harus menyediakan "local incident technicians" yang bisa membantu menangani kecelakaan dan penghalang jalan akibat kendaraan otonom.

Sanksi menanti jika robotaxi menghalangi petugas darurat selama lebih dari 30 menit dalam situasi darurat. Besaran denda akan diatur lebih lanjut oleh California Department of Motor Vehicles (DMV) yang mengawasi kendaraan otonom di negara bagian tersebut, termasuk menetapkan standar waktu respons yang diwajibkan.

Waymo dan Zoox menyatakan akan mematuhi aturan baru ini. "We are grateful for the amendments made to the bill, which ensure autonomous vehicle operators can still feasibly serve Californians," kata juru bicara Waymo dalam pernyataan resmi perusahaan. Waymo juga menegaskan komitmennya untuk membuat jalan di California lebih aman dan terus meningkatkan layanannya.

Peta Persaingan Operator Robotaxi

Waymo memakai bentuk remote assistance, di mana sistem self-driving tetap memegang kendali dan karyawan manusia hanya memberi panduan atau mengirim perintah perangkat lunak bila diperlukan. Perusahaan ini memiliki jaringan staf bantuan jarak jauh global, termasuk di Filipina, serta mengoperasikan pusat komando di Arizona dan Michigan. Tim operasi jarak jauh Zoox berbasis di Amerika Serikat.

Tekanan regulasi tidak hanya datang dari level negara bagian. National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) sebelumnya mengirim surat kepada pengembang AV yang menuntut mereka merumuskan "solusi" atas masalah perilaku robotaxi di sekitar petugas darurat. Langkah California ini menjadi preseden bagaimana regulator daerah merespons keluhan keselamatan publik saat armada kendaraan otonom terus bertambah.

California DMV akan menyusun pedoman teknis untuk sejumlah aspek undang-undang, termasuk waktu respons yang diwajibkan. Tenggat Juli 2028 memberi perusahaan AV sekitar dua tahun untuk menyesuaikan operasi, merekrut teknisi lokal, dan membangun sistem pelaporan insiden yang sesuai standar baru.

Reporter: Agus Hermawan
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top