BANDUNG — Duel sesama pemain unggulan di babak final kategori tunggal remaja putra Hydroplus Sirkuit Nasional A Jawa Barat 2026 tersaji di Bandung. Farel Fadhilah Ukasyah yang menempati unggulan kedua menumbangkan Alvin Jefferson Kusuma, unggulan pertama, dengan skor 15-10, 15-4.
Kemenangan dua gim langsung itu menegaskan dominasi Farel di sepanjang laga. Ia tidak memberi ruang bagi Alvin untuk mengembangkan permainan sejak gim pertama.
Farel menyebut kemenangan itu berjalan sesuai rencana yang disusunnya bersama tim pelatih. Ia menekankan pentingnya tidak didahului lawan sejak awal pertandingan.
"Alhamdulillah sesuai rencana dan berlangsung mulus," ungkap Farel kepada PB Djarum.
Menurutnya, variasi serangan dan kesabaran menjadi faktor utama di lapangan. Instruksi pelatih soal menjaga fokus dan mengatur tenaga ia jalankan sepanjang pertandingan.
"Tadi depannya jangan sampai didahului oleh lawan. Trus depannya juga harus bisa varisasi. Sama harus sabar dulu. Intinya, jaga poin, fokus pada pikiran," ungkap Farel membuka kunci kemenangan.
"Pelatih tadi minta saya untuk menjaga Fokusnya sama tenaganya di tahan," tambah Farel.
Gelar di Bandung ini melengkapi koleksi Farel sepanjang 2026. Tiga gelar juara dari kategori remaja sudah ia kumpulkan, dan capaian itu menambah semangatnya untuk melangkah lebih jauh.
Farel mengaku siap jika dipromosikan ke kategori taruna. Keinginan itu ia sampaikan usai pertandingan.
"Pengennya naik ke taruna," ujarnya bersemangat.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pendukung, keluarga, dan para pelatih yang membantu perjalanannya hingga meraih gelar ketiga tahun ini.
"Terimakasih kepada pendukung, sama selebihnya untuk keluarga yang udah banyak membantu, juga untuk para pelatih," pungkasnya.
Partai final yang mempertemukan unggulan pertama dan kedua itu menjadi sajian tersendiri di kategori tunggal remaja putra. Format pertandingan dua gim langsung dengan skor 15-10 dan 15-4 menunjukkan Farel tampil lebih siap menghadapi tekanan laga puncak.
Hasil ini sekaligus menegaskan posisi Farel sebagai salah satu nama yang patut diperhitungkan di kelompok remaja putra nasional. Bagi Alvin, kekalahan di final menjadi bahan evaluasi untuk turnamen berikutnya.