JAWA BARAT — Jude Bellingham menorehkan 12 kontribusi gol dalam 12 pertandingan terakhir bersama Timnas Inggris, dengan rincian delapan gol dan empat assist. Catatan itu menegaskan perannya sebagai motor lini tengah skuad asuhan Thomas Tuchel.
Rincian delapan gol dan empat assist itu tersebar di sejumlah laga terakhir Inggris. BBC melaporkan Bellingham terus tampil tajam di lini tengah, bahkan ketika ia sempat gagal menyumbang gol atau assist dalam satu pertandingan.
Konsistensi itu yang membuat posisinya sulit digeser. Setiap kali gagal mencetak angka, Bellingham selalu bangkit pada laga berikutnya.
Manajer Timnas Inggris, Thomas Tuchel, memberi Bellingham ruang lebih bebas untuk masuk ke kotak penalti lawan. Kebebasan itu membuatnya bisa muncul sebagai pembeda ketika Harry Kane menghadapi penjagaan ketat.
Peran ganda itu membuat Bellingham tak hanya bertugas mengatur serangan dari lini tengah. Ia juga menjadi opsi tambahan di depan gawang saat Inggris butuh gol.
Tuchel tidak ragu menyebut Bellingham sebagai elemen penting dalam skema permainannya. Pujian itu disampaikan langsung setelah serangkaian penampilan impresif sang gelandang.
"Bellingham adalah nyawa tim kami," tegas Tuchel.
"Dia pemain yang luar biasa, yang bisa mendorong tim di lapangan untuk terus melaju dan meraih kemenangan," paparnya.
"Dia pun bisa mengubah laga. Saya hanya bisa bilang, Bellingham dalam kepercayan diri yang tinggi," tutupnya.
Kepercayaan diri Bellingham menjadi modal penting bagi Inggris di laga-laga selanjutnya. Kontribusi gol dan assist dari lini tengah memberi Tuchel opsi menyerang yang lebih variatif.
Selama tren 12 laga terakhir bertahan, Bellingham akan tetap jadi poros permainan Inggris. Peran Harry Kane di lini depan pun terbantu karena beban mencetak gol tidak lagi bertumpu padanya seorang.